Pasar Saham Asia: Positif Moderat di Tengah Isyarat Positif dari Wall Street, DXY Datar, Minyak di Atas $110
- Indeks Asia mengikuti jejak penutupan positif Wall Street.
- DXY diperdagangkan lemah menjelang PDB AS, yang diperkirakan stabil di -1,4%.
- Harga minyak diperkirakan akan bergerak lebih tinggi di tengah meningkatnya ketidakpastian atas embargo minyak Rusia oleh Eropa.
Pasar di domain Asia diperdagangkan positif, menyusul isyarat positif dari Wall Street pada hari Rabu. Indeks AS pulih tajam di sesi perdagangan sebelumnya karena ketidakpastian atas rilis Federal Open Market Committee (FOMC) memudar. Risalah FOMC sangat hawkish karena semua pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed) menganjurkan kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps) bersama dengan panduan hawkish. Namun, investor mengabaikan nada hawkish dan memompa likuiditas ke ekuitas AS.
Pada saat penulisan, Nikkie225 Jepang naik 0,16%, SZSE Component naik 0,90%, dan Nifty50 India naik 0,26%, namun Hang Sang turun 0,16%.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) menunjukkan pergerakan bolak-balik di sesi Asia. DXY diperdagangkan dalam kisaran sempit 101,94-102,24 dan diperkirakan akan menembus ke bawah di tengah sentimen positif di pasar. Pada sesi hari ini, investor menunggu rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS. Estimasi pendahuluan PDB tahunan adalah -1,4%, mirip dengan angka sebelumnya.
Di sisi minyak, harga minyak konsolidasi dalam kisaran minor tetapi diperkirakan akan bergerak tidak beraturan karena kekhawatiran pasokan dapat semakin memburuk akibat embargo minyak Rusia oleh Uni Eropa (UE). UE masih mempertimbangkan larangan impor minyak Rusia karena Hungaria menentang keputusan tersebut di tengah ketergantungan yang lebih tinggi pada impor minyak dari Moskow. Namun, peluangnya masih mendukung larangan minyak dari Rusia.