GBP/USD Seimbang Dalam Kisaran 1,2560-1,2590, Turun saat DXY Naik

  • GBP/USD konsolidasi dalam kisaran 30-pip dan mendistribusikan inventaris untuk penurunan lebih lanjut.
  • Menurut CME Fedwatch tool, diperkirakan dua kenaikan suku bunga 50 bps berturut-turut dari The Fed.
  • Sterling telah dihantam menjelang pertemuan kebijakan moneter BOE minggu depan.

Pasangan GBP/USD menunjukkan pergerakan bolak-balik dalam kisaran sempit 1,2560-1,2591 di sesi Asia. Cable diperkirakan mengalami gelombang impulsif bearish baru ke depan saat indeks dolar AS (DXY) menuju tertinggi lima tahun di 102,99.

DXY berkinerja lebih kuat terhadap sterling di tengah meningkatnya peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Mei. Kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) kini terlihat pasti guna menjinakkan inflasi yang melonjak tinggi. Bersamaan dengan itu, peluang panduan hawkish di sisa tahun telah menguat menurut CME Fedwatch tool, yang melihat kenaikan suku bunga sebesar setengah poin persentase pada masing-masing dari dua pertemuan The Fed berikutnya. Sementara itu, kinerja buruk dalam Pesanan Barang Tahan Lama AS gagal memengaruhi rally DXY. Biro Sensus AS pada hari Selasa melaporkan Pesanan Barang Tahan Lama bulanan di 0,8% lebih rendah dari konsensus pasar 1%.

Pound tampaknya rentan menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BOE) minggu depan. Diperkirakan BoE menaikkan suku bunga sebesar 25 bps namun, BOE terbuka dengan sikap hawkish yang agresif karena kenaikan inflasi di Inggris. Pasar tenaga kerja yang ketat dan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) yang lebih tinggi mendorong kenaikan suku bunga jumbo dari BOE. 

 

Habeck, Jerman: Embargo Penuh Minyak Rusia akan 'Dapat Diatur'

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan Selasa malam, adalah mungkin untuk mengelola embargo penuh atas impor minyak Rusia, saat Eropa mempert
আরও পড়ুন Previous

Menkeu Frydenberg: 'Australia Tidak Kebal' Terhadap Melonjaknya Tingkat Inflasi

Menanggapi tingkat inflasi 20-tahun, Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengatakan negara "tidak kebal terhadap tekanan internasional yang men
আরও পড়ুন Next