Imbal hasil Pangkas Penurunan Mingguan, Kontrak Berjangka S&P 500 Cetak Kenaikan Tipis di Tengah Sentimen yang Beragam

  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS menghentikan penurunan yang disebabkan oleh bank sentral, saham berjangka berusaha keras menentukan arah yang jelas.
  • Kekhawatiran terhadap Omicron meningkat dan kebuntuan paket stimulus AS meluas.
  • Beberapa katalis risiko dapat menghibur para pedagang, akhir yang mudah untuk pekan bergejolak ini diharapkan karena agenda kalender yang sepi.

Sentimen risiko berkurang selama Jumat pagi karena para pedagang beristirahat setelah serangkaian tindakan kebijakan moneter oleh para gubernur bank sentral utama. Yang menambah kebimbangan bisa jadi tantangan bagi sentimen pasar, terutama karena beberapa berita utama mengenai varian COVID Afrika Selatan, Tiongkok dan stimulus AS.

Dengan itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik-turun sekitar 1,42% sementara imbal hasil dua tahun mengambil tawaran beli ke 0,63%, yang menghentikan tren naik dua minggu. Di sisi lain, Kontrak Berjangka S&P 500 naik 0,10% pada saat ini tetapi saham-saham Asia-Pasifik diperdagangkan beragam.

Berbicara terkait Omicron, Australia mencatat tonggak vaksinasi COVID sebesar 80% tetapi penyebaran baru-baru ini dalam varian virus mendesak pemerintah untuk memperkenalkan pembatasan aktivitas yang lebih ketat di Queensland. di tempat lain, Inggris, sayangnya, melaporkan hari kedua berturut-turut dengan penularan COVID harian tertinggi sepanjang masa, yang baru-baru ini naik 88.376. Perlu dicatat bahwa Presiden AS Biden sebelumnya menyebutkan bahwa Omicron akan mulai menyebar lebih cepat. Sebaliknya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, “Saya akan membuat keputusan COVID-19 berdasarkan rawat inap.”

Di halaman berbeda, Senat AS yang menolak usulan Partai Demokrat soal imigrasi, yang pada gilirannya menghentikan paket bantuan BBB Presiden. Meski begitu, Biden tampaknya optimis bahwa stimulus yang telah lama ditunggu-tunggu itu akan segera diloloskan. Selain itu, yang membebani pasangan AUD ini adalah sejumlah komentar dari Duta Besar Tiongkok yang menyampaikan keberatannya atas tindakan AS terhadap entitas Tiongkok atas masalah-masalah terkait Xinjiang.

Perlu dicatat bahwa optimisme seputar Brexit, berhentinya perundingan nuklir AS-Iran dan dorongan Uni Eropa untuk sanksi Rusia atas masalah Ukraina adalah beberapa masalah geopolitik lain yang membebani sentimen tersebut.

Di atas segalanya, optimisme hati-hati sejumlah pemimpin bank sentral dan permainan hawkish membuat para investor berharap akan hari-hari mendatang yang lebih kuat bahkan jika varian virus menantang prospek jangka pendek bagi pasar.

Akibatnya, komoditas dan Antipodean kemungkinan akan memulihkan penurunan yang dicatat sejak akhir Oktober tetapi varian COVID-19 merupakan hal yang dampaknya tak dapat diduga yang harus diperhatikan.

Kapan Keputusan Suku Bunga BOJ dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap USD/JPY?

Jumat pagi hari, sekitar pukul 03:00 GMT / 10:00 WIB, Bank of Japan (BOJ) akan memberikan keputusan rapat kebijakan moneter rutinnya. Menyusul keputus
Baca selengkapnya Previous

Analisis Harga NZD/USD: Pembeli Membuat Sedikit Kemajuan, 0,6800 Membuka 0,6850

NZD/USD telah tertekan dalam perdagangan baru-baru ini dan bekerja keras melakukan pemulihan ke area 0,68. Para penjual mengambil kendali ke posisi te
Baca selengkapnya Next