AUD/USD Lanjutkan Penurunan di Bawah 0,7300, Abaikan Data Australia yang Optimis saat Imbal Hasil Lebih Kuat

  • AUD/USD menyegarkan terendah mingguan meskipun Indeks Harga Upah Australia Kuartal 3 menguat.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS menyentuh tertinggi tiga minggu karena kekhawatiran inflasi tetap tinggi.
  • Pembicaraan Xi-Biden gagal mengesankan, dan Menteri Keuangan AS Yellen memperpanjang tanggal plafon utang.
  • Pidato The Fed dan berita utama Tiongkok akan menjadi penting setelah pembaruan RBA meredam para pembeli AUD.

AUD/USD menerima penawaran jual yang menyegarkan terendah intraday di sekitar 0,7285 pada awal Rabu ini. Dengan demikian, pasangan AUD tersebut melanjutkan penurunan harian terberat dalam seminggu, yang dicetak pada hari sebelumnya dengan menyegarkan terendah pekan ini.

Dengan itu, harga pasangan mata uang ini mengabaikan data Indeks Harga Upah Australia yang baru-baru ini dirilis untuk kuartal ketiga (Q3). Data WPI itu sesuai dengan ekspektasi di 2,2% Tahun/Tahun versus 1,7% sebelumnya, sementara data Kuartal/Kuartal naik ke 0,6% yang melewati konsensus pasar di 0,5% dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya 0,4%.

Pasar bergegas untuk mengambil risiko di tengah spekulasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS dan tidak adanya perincian yang menggembirakan dari pertemuan virtual antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping mendukung penurunan AUD/USD akhir-akhir ini. Di baris yang sama adalah penolakan kekhawatiran atas kenaikan suku bunga oleh Gubernur Philip Lowe dan dalam Risalah Rapat Reserve Bank of Australia (RBA).

Perlu dicatat bahwa permintaan safe-haven mendukung penjualan obligasi AS dan mendukung dolar AS. Yang juga mendukung para pembeli greenback adalah harapan atas lebih banyaknya stimulus dan adanya kelegaan bahwa batas waktu plafon utang diperpanjang hingga 15 Desember.

Dengan mengingat hal itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap menguat di sekitar 1,63% setelah naik 2,3 basis poin (bp) yang menyegarkan level tertinggi tiga minggu sedangkan Indeks Dolar AS (DXY) juga menembus puncak 16 bulan. Selanjutnya, ekuitas juga positif sedangkan Kontrak Berjangka S&P 500 tetap kuat pada saat berita ini dimuat.

Mengingat kurangnya data/peristiwa utama, sejumlah komentar dari berbagai para pengambil kebijakan The Fed akan menjadi fokus untuk menentukan kekhawatiran atas kenaikan suku bunga setelah pidato The Fed terbaru beragam seperti biasa. Perlu dicatat bahwa Presiden Bank Federal Reserve San Francisco Mary Daly baru-baru ini mengatakan, "Inflasi hari ini pada pertengahan 2022 merupakan percakapan yang berbeda."

Analisis Teknis

Konvergensi DMA 100 dan DMA 50 membatasi kenaikan jangka pendek dari harga AUD/USD di sekitar 0,7360-65. Namun, Fibonacci retracement (Fibo.) 61,8% dari kenaikan Agustus-Oktober dan garis support berusia tiga bulan, masing-masing di sekitar 0,7275 dan 0,7245, akan menantang penurunan segera dari pasangan AUD ini.

 

Analisis Harga USD/CHF: Jeda saat Menuju Resistance di 0,9340

USD/CHF naik turun di sekitar 0,9300 setelah kenaikan dua hari menuju level tertinggi yang terakhir terlihat pada 13 Oktober. Dengan demikian, harga
Đọc thêm Previous

AUD/NZD Menentang RBA, Lanjutkan Rekor Positifnya selama 6 Hari Berturut-Turut

AUD/NZD melanjutkan rekor positifnya untuk hari ke-6 berturut-turut pada hari Rabu ini. Pasangan lintas mata uang tersebut tampaknya menentang pengumu
Đọc thêm Next