Saham Asia Turun Selama Sesi Yang Sibuk
Saham Asia tetap pada sisi negatif menjelang pembukaan sesi Eropa karena beberapa data/peristiwa utama mendorong pergerakan pasar ke selatan pada Rabu pagi.
Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik selain Jepang turun lebih dari setengah persen menyusul penururnan Wall Street pada pesimisme perdagangan global sedangkan Nikkei Jepang kehilangan hampir 2,0% karena risalah dari bulan Maret kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) menyampaikan bias netral.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) kehilangan 1,8% sedangkan Nasdaq kehilangan hampir 2,0% karena pedagang global tetap defensif pada keresahan terkait perdagangan antara AS dan China.
Nada risiko sangat membebani pada hari Selasa karena imbal hasil treasury 10-tahun AS merosot di bawah posisi terendah April. Namun, pulihnya mood investor terlihat pada hari-hari awal karena indeks naik lebih dari satu basis poin menjadi 2,462%.
Hang Seng China turun 0,70% karena surplus perdagangan yang lebih lemah sementara ASX200 Australia berada di -0,50% saat ini. Selanjutnya, NZX50 Selandia Baru melawan tren dengan kenaikan +0,15% karena Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menawarkan pemotongan 0,25% untuk tingkat uang resmi. Selain itu, Indeks Komposit Jakarta Indonesia turun -0,62% dan BSE Sensex India kehilangan -0,73%.
Dengan lebih sedikit data/acara yang tersisa untuk dirilis selain produksi industri Jerman, pedagang dapat mengamati dengan cermat permainan politik seputar kesepakatan perdagangan AS-China, keretakan AS-Iran dan posisi masa depan Perdana Menteri Inggris Theresa May ditambah dengan Brexit.
Produksi industri Jerman yang disesuaikan secara musiman untuk bulan Maret dapat turun -0,5% dibandingkan +0,7% sebelumnya.