AUD/NZD: 30 Poin Turun Dari Tertinggi Baru-baru Ini Karena Para Pedagang Menunggu Data China
AUD/NZD diperdagangkan dekat 1,0680 selama sesi Asia awal pada hari Rabu. Harga sebelumnya melonjak ke level tertinggi sejak November 2018 setelah IHK Selandia Baru mengecewakan pembeli Kiwi. Namun, pembeli membukukan sebagian keuntungan di depan menjelang data China.
Dolar Selandia Baru (NZD) turun secara keseluruhan setelah data indeks harga konsumen (IHK) triwulanan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga bulan Mei dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). IHK Q1 2019 tumbuh 0,1% berbanding 0,3% secara triwulanan sementara mencatatkan kenaikan 1,5% dibandingkan dengan konsensus pasar 1,7% dalam format YoY.
Bahkan jika data China penting bagi antipodean secara keseluruhan, Dolar Australia (AUD) kemungkinan akan mendapat manfaat lebih karena negara naga adalah pelanggan terbesar Australia.
Data mencakup kuartal pertama (Q1) 2019 produk domestik bruto (PDB) dan angka penjualan tahunan dan produksi industri bulan Maret China.
Perkiraan menunjukkan penjualan ritel dan produksi industri akan menghadapi hasil PDB yang lemah. Pertumbuhan penjualan ritel dapat meningkat menjadi 8,4% dari 8,2% sementara produksi industri juga dapat mencatat ekspansi sebesar 5,9% dibandingkan 5,3% sebelumnya. Selain itu, PDB Tahunan dapat melunak menjadi 6,3% dari 6,4% sedangkan angka pertumbuhan triwulanan dapat turun menjadi 1,4% dari 1,5% sebelumnya.
Selain data China, perkembangan seputar pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China juga bisa mengarahkan pergerakan jangka pendek.
Analisis Teknis AUD/NZD
AUD/NZD perlu menahan terobosannya di atas level (SMA) 200 hari di 1,0685 untuk bertujuan ke area 1,0755/65 termasuk tertinggi akhir 2018 sedangkan 1,0800 dan 1,0840 dapat menghibur pembeli kemudian.
Sementara itu, penurunan harga di bawah, 1,0670, termasuk tinggi Januari, bisa mengingat Fibonacci retracement 61,8% dari penurunan Agustus 2018 hingga Januari 2019, pada 1,0600.