Iran mengisyaratkan tidak ada pembicaraan nuklir awal karena menolak negosiasi rudal
- Teheran mengatakan bahwa kemampuan misil dan pertahanannya tidak akan menjadi subjek negosiasi dengan pihak asing manapun.
- Pejabat Iran menyatakan bahwa pihak-pihak dalam nota kesepahaman terlebih dahulu berupaya melaksanakan semua ketentuannya.
- Komentar tersebut mengurangi prospek dimulainya kembali negosiasi program nuklir Iran dalam waktu dekat.
Iran menegaskan kembali garis merahnya terkait isu militer pada hari Selasa, sementara pasar terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Menurut Reuters, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa kemampuan misil dan pertahanan Teheran "tidak akan menjadi subjek negosiasi dengan pihak manapun."
Baghaei juga menyatakan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam nota kesepahaman saat ini berupaya melaksanakan semua klausulnya sebelum membuka diskusi baru mengenai isu nuklir.
Komentar tersebut menunjukkan bahwa Iran tidak memandang dimulainya kembali negosiasi nuklir secara segera sebagai prioritas sampai komitmen yang ada terpenuhi sepenuhnya.
Poin-Poin Penting
Baghaei dari Iran mengatakan kemampuan misil dan pertahanan Teheran tidak akan menjadi subjek negosiasi dengan pihak manapun.
Baghaei dari Iran mengatakan pihak-pihak dalam MoU berusaha mencapai semua klausulnya sebelum memulai negosiasi mengenai isu nuklir.
Baghaei dari Iran mengatakan pihak terkait berusaha mencapai semua klausul MoU sebelum memulai negosiasi mengenai isu nuklir.
Reaksi Pasar
Reaksi pasar tetap terbatas setelah komentar tersebut. Dolar AS (USD) diperdagangkan menguat, dengan Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,15% pada hari Senin ke sekitar 101,15, sementara Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) tetap berada di bawah tekanan, turun 0,90% pada hari itu di dekat $73,25 per barel.