Batu Bara ICE Newcastle Menutup Pekan Lalu di 148,25 Dekat Tertinggi Tahun, Konflik di Timur Tengah Semakin Intens

  • Batu Bara ICE Newcastle ditutup menguat ke 148,25 Jumat lalu, lebih dekat dengan tertinggi 2026.
  • Houthi menyerang Israel, berisiko memperluas konflik di Timur Tengah.
  • HBA akan diperbarui, pasar menantikan apakah ada perubahan pada kebijakan produksi batu bara.

Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari perdagangan terakhir pekan lalu di 148,25 yang lebih tinggi 1,61% dari penutupan hari sebelumnya. Batu bara ini dibuka dengan gap bawah di 144,00 dan merayap naik sepanjang hari ke level penutupan yang disebutkan di atas, membuatnya dekat dengan tertinggi 2026 di 150,00 yang diraih pada 3 Maret. Namun demikian, ini belum mencerminkan peristiwa terbaru dari konflik di Timur Tengah selama akhir pekan yang membuat Minyak WTI sempat naik di atas $100 sebelumnya hari ini.

Meskipun komoditas ini naik Jumat lalu, tren jangka pendeknya tetap sideways karena bergerak di level-level yang familiar sejak 3 Maret 2026. Dalam jangka lebih panjang, batu bara ini mempertahankan tren bullish sejak berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari sejak pertengahan Januari 2026.

Kenaikan harga Jumat lalu terjadi di tengah peringatan angin kencang serta gelombang tinggi yang bisa menganggu proses pembuatan batu bara di Pelabuhan Newcastle Australia. Semantara untuk saat ini, cuaca di pelabuhan tersebut sekitar 19°C hingga 21°C dengan peluang cuaca rendah di bawah 5% sehingga proses pemuatan batu bara diprakirakan tidak terkendala dan mengeliminasinya dari faktor yang bisa memengaruhi harga.

Komoditas ini belum mencerminkan perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah saat kelompok militan di Yaman yang didukung Iran, Houthi, turut berpartisipasi dengan mengerang Israel dengan meluncurkan dua rudal. Setelah Selat Hormuz ditutup, keterlibatan Houthi menimbulkan kekhawatiran jika mareka menargetkan kapal-kapal di Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah, jalur perlintasan bagi sekitar 12% perdagangan dunia.

Kabar terbaru dari Timur Tengah berefek pada harga Minyak West Texas Intermediate (WTI) yang sempat naik ke $100,74 pada perdagangan sesi Asia pagi ini. Pada saat berita ini ditulis, WTI diperdagangkan di $98,78.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 124.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $103,01 naik dari $102,37
  • Batubara I (5.300 GAR) $71,55 naik dari $71,29
  • Batubara II (4.100 GAR) $48,32 naik dari $47,64
  • Batubara III (3.400 GAR) $34,25 tidak berubah dari sebelumnya

HBA ini akan diubah kembali dalam waktu dekat saat memasuki periode pertama April 2026. Pada pekan lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada perubahan dalam pengelolaan komoditas batu bara dan nikel. Namun, pemerintah membuka peluang untuk relaksasi terukur produksi kedua komoditas di atas mengingat perkembangan situasi dan kenaikan harga baru-baru ini.

Sebelum perang di Timur Tengah meletus, pemerintah berencana melakukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dengan produksi nasional dipangkas menjadi 600 juta ton dari 790 juta ton pada tahun sebelumnya. Dengan pernyataan Menteri ESDM, pasar menantikan apakah ada perubahan kebijakan. Melihat keterbukaan informasi, perusahaan-perusahaan tambang terbuka belum melaporkan apakah mereka sudah mendapatkan RKAB 2026 yang baru.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Prakiraan Harga EUR/JPY: Turun Mendekati 183,50 di Dekat EMA 50-Hari

EUR/JPY terdepresiasi setelah mencatat kenaikan moderat pada hari perdagangan sebelumnya, melayang di sekitar 183,60 selama perdagangan sesi Eropa pada hari Senin
Baca lagi Previous

EUR: ECB menghadapi risiko stagflasi dan perpecahan – BNY

Bob Savage dari BNY berpendapat bahwa risiko stagflasi Zona Euro semakin meningkat seiring tekanan energi yang naik, dengan IHK utama terdorong lebih tinggi oleh bahan bakar sementara IHK inti tetap terkendali
Baca lagi Next