Batu Bara ICE Newcastle Naik Dua Hari Berturut-turut, 140,00 Batasi Sisi Atas
- Batu Bara ICE Newcastle mempertahankan tren naik.
- Terjadi aksi saling serang yang menargetkan fasilitas-fasilitas energi di Timur Tengah.
- Wamen ESDM RI memastikan pasokan BBM aman selama masa Idulfitri.
Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari kemarin di 139,35 yang lebih tinggi 3,41% dari penutupan hari sebelumnya. Batu bara ini dibuka dengan gap atas di 136,50 dan sempat turun untuk mencatat terendah hari 135,00. Namun demikian, penurunan tersebut hanya temporer karena komoditas ini berbalik arah untuk naik ke tertinggi hari 141,00 sebelum ditutup di level yang disebutkan di atas. Dengan demikian, batu bara ini ditutup naik untuk dua hari perdagangan berturut-turut.
Kenaikan batu bara ini berada di dalam tren bullish jangka lebih panjang saat berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari dengan dukungan lebih lanjut datang dari indikator Relative Strength Index (RSI) di 62,92 yang mengindikasikan momentumnya bullish karena berada di atas level netral 50.
Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah sekitar 22°C dengan potensi hujang sebesar 25%. Namun demikian, tidak ada indikasi bahwa pemuatan batu bara akan dihentikan dengan kondisi cuaca saat ini sehingga kita bisa mengeliminasi faktor ini dalam pergerakan harga.
Batu bara naik di tengah terjadinya aksi saling serang fasilitas energi antara Israel dengan Iran seperti dilaporkan Bloomberg. Israel menyerang ladang gas South Pars disusul dengan Iran menyerang kompleks energi Ras Laffan di Qatar. Korps Pengawal Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran sebelumnya menyebut bahwa situs-situs energi negara-negara Teluk dianggap sebagai target yang sah pasca Israel menyerang ladang gas Iran yang disebutkan di atas.
Aksi saling serang bisa memperparah gangguan pasokan LNG (Liquified Natural Gas) yang sudah terjadi sejak penutupan Selat Hormuz, meskipun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim bahwa penutupan itu hanya berlaku bagi musuh dan pihak-pihak yang mendukung agresi, seperti diinformasikan SSN Iran.
Gangguan tersebut berpotensi mendorong harga batu bara karena peningkatan permintaan untuk komoditas pembangkit listik alternatif temporer pengganti gas. Dengan demikian, perkembangan di Timur Tengah menjadi relevan sebagai faktor yang memengaruhi harga.
Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 124.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;
- Batubara (6.322 GAR) $103,01 naik dari $102,37
- Batubara I (5.300 GAR) $71,55 naik dari $71,29
- Batubara II (4.100 GAR) $48,32 naik dari $47,64
- Batubara III (3.400 GAR) $34,25 tidak berubah dari sebelumnya
Tidak ada peristiwa yang menonjol di dalam negeri mengingat Indonesia memasuki masa libur panjang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah dari Rabu, 18 Maret 2026 hingga Selasa, 24 Maret 2026.
Memasuki masa libur di mana aktivitas masyarakat meningkat, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, mengatakan stok bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik dipastikan aman, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian ESDM. Sebelumnya, Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, menegaskan pasokan batu bara untuk PLN (Perusahaan Listrik Negara) aman menuju harga raya Idulfitri.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Gas Alam
Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.
Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.
Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.