USD/INR Mendekati Rekor Tertinggi Saat RBI Menurunkan Suku Bunga – BBH

Reserve Bank of India (RBI) memangkas suku bunga kebijakannya sebesar 25 bp menjadi 5,25%, mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah prospek inflasi yang benign. USD/INR bergerak di bawah level tertinggi rekor saat pasar memperkirakan adanya titik terendah untuk suku bunga, dengan kemungkinan kenaikan di masa depan selama dua tahun ke depan, catat para analis Valas BBH.

RBI menurunkan suku bunga kebijakan menjadi 5,25% di tengah inflasi yang benign

"USD/INR menguat kembali ke 90,0000, sedikit di bawah rekor tertinggi kemarin di 90,4248. Reserve Bank of India (RBI) memenuhi ekspektasi dan memangkas suku bunga kebijakan sebesar 25 bp menjadi 5,25%. Komite kebijakan moneter RBI secara bulat mendukung pemangkasan tersebut, menyatakan 'prospek inflasi yang benign terus memberikan ruang kebijakan untuk mendukung momentum pertumbuhan'."

"Kurva swap menunjukkan suku bunga kebijakan telah mencapai titik terendah di 5,25%, dengan kenaikan suku bunga diperkirakan dalam dua tahun ke depan. Risiko adalah RBI kembali melonggarkan kebijakan yang dapat menjadi beban bagi INR. Inflasi inti India, tidak termasuk emas, mendekati batas bawah dari rentang target 2%-6% RBI dan perkembangan terkait tarif kemungkinan akan memperlambat pertumbuhan dalam beberapa kuartal mendatang."

BoJ Siap untuk Kenaikan Suku Bunga di Bulan Desember – Commerzbank

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 0,75% bulan ini, mendorong USD/JPY lebih rendah seiring dengan menguatnya Yen Jepang (JPY)
อ่านเพิ่มเติม Previous

Emas Diperdagangkan Stabil Saat Pasar Bersiap Menghadapi Penundaan Data PCE AS

Emas (XAU/USD) diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada hari Jumat, berosilasi dalam kisaran yang sudah dikenal yang telah mendefinisikan pergerakan harga minggu ini, karena ekspektasi Federal Reserve (The Fed) yang dovish menjaga logam mulia tetap didukung secara luas
อ่านเพิ่มเติม Next