EUR/USD Hadapi Tekanan saat IMP Zona Euro yang Lemah Picu Spekulasi Penurunan Suku Bunga ECB

  • EUR/USD tampak rentan dekat 1,1100 di tengah data IMP Zona Euro pendahuluan yang mengecewakan untuk bulan September.
  • Pelaku pasar memprakirakan The Fed akan menurunkan suku bunga lebih lanjut sebesar 50 bp pada bulan November.
  • Para investor mengalihkan fokus mereka ke data inflasi PCE AS untuk bulan Agustus.

EUR/USD kesulitan untuk mempertahankan support utama 1,1100 pada sesi Eropa hari Selasa setelah penurunan tajam pada hari Senin. Pasangan mata uang ini tetap berada di bawah tekanan karena data Indeks Manajer Pembelian (IMP) HCOB untuk bulan September yang dirilis hari Senin telah memicu ekspektasi pasar terhadap European Central Bank (ECB) akan memilih penurunan suku bunga kedua berturut-turut dalam pertemuan bulan Oktober.

Laporan IMP menunjukkan bahwa aktivitas bisnis secara tak terduga merosot ke dalam kontraksi, yang diestimasi turun sedikit tetapi tetap di atas ambang batas 50,0 yang memisahkan ekspansi dengan kontraksi.

Penurunan IMP Komposit HCOB sebagian besar berasal dari sektor manufaktur, di mana kontraksi dalam aktivitas mempercepat laju lebih cepat dari yang diprakirakan. Sektor jasa tetap berada dalam lintasan pertumbuhan tetapi pada laju yang lebih lambat dari yang diprakirakan para ekonom.

Prospek aktivitas Zona Euro yang melemah akan menambah hambatan bagi para pengambil kebijakan ECB dalam mengejar kondisi pasar yang stabil yang sudah khawatir terhadap tekanan harga yang tetap persisten. Minggu lalu, Anggota Dewan Pengatur ECB Isabel Schnabel mengatakan bahwa inflasi jasa yang lesu membuat inflasi umum tetap tinggi.

Dalam sesi hari ini, Presiden Deutsche Bundesbank Joachim Nagel dijadwalkan memberikan pernyataan pada pukul 16:00 GMT (23:00 WIB). Nagel diprakirakan memberikan petunjuk baru tentang kemungkinan tindakan pada suku bunga ECB untuk sisa tahun ini.

Intisari Penggerak Pasar Harian: EUR/USD Melemah karena Dolar AS Mempertahankan Pemulihan

  • EUR/USD tetap tertekan karena Dolar AS (USD) menguat setelah rilis data IMP S&P Global Amerika Serikat (AS) pendahuluan yang beragam untuk bulan September. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, berupaya untuk diperdagangkan dengan percaya diri di atas 101,00.
  • IMP Komposit S&P Global AS turun sedikit ke 54,4 dari pembacaan final 54,6 pada bulan Agustus karena aktivitas di sektor manufaktur secara tak terduga turun lebih jauh. IMP Jasa S&P Global AS tumbuh lebih cepat dari prakiraan 55,4 tetapi sedikit lebih rendah dari sebelumnya 55,7. Lembaga tersebut mencatat bahwa "Sentimen bisnis, permintaan, perekrutan, dan investasi sedang diredam oleh ketidakpastian di seputar Pemilihan Presiden, yang membayangi prospek tahun depan di banyak perusahaan."
  • Ke depannya, prospek Dolar AS dapat tetap tidak pasti karena para pedagang bertaruh mendukung lebih banyak penurunan suku bunga besar dari Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan November. Para pelaku pasar keuangan memprakirakan The Fed akan memilih penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) untuk kedua kali berturut-turut dalam pertemuan November di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap memburuknya pertumbuhan lapangan kerja.
  • "Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin lagi pada bulan November, sebuah keputusan yang sebagian besar akan bergantung pada data yang masuk, terutama laporan tenaga kerja bulanan berikutnya," menurut para ahli strategi dari Citi.
  • Mengenai data ekonomi, para investor akan fokus pada Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) untuk bulan Agustus, yang akan dipublikasikan pada hari Jumat. Tanda-tanda tekanan harga terus berlanjut akan membebani ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed sebesar 50 bp. Sebaliknya, angka yang lemah akan mendorong hal yang sama.

Analisis Teknis: EUR/USD Diperdagangkan Dekat EMA 20-Hari

EURUSD
EUR/USD melayang di dekat 1,1100 pada jam-jam perdagangan Eropa pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini menemukan support di dekat Exponential Moving Average (EMA) 20-hari di dekat 1,1090.

Prospek pasangan mata uang ini akan tetap kuat hingga bertahan dari penembusan pola grafik Saluran Menanjak yang terbentuk pada grafik harian di dekat level psikologis 1,1000.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari bergerak lebih rendah ke 55, mengindikasikan momentum melemah.

Jika melihat ke atas, resistance angka bulat 1,1200 akan bertindak sebagai penghalang utama bagi para pembeli Euro. Penembusan tegas di atas level tersebut akan mendorong pasangan mata uang ini menuju tertinggi Juli 2023 di 1,1276. Di sisi bawah, level psikologis 1,1000 dan tertinggi 17 Juli di dekat 1,0950 akan menjadi zona support utama.

Forex Hari Ini: Dolar AS Menguat di Tengah Optimisme Tiongkok dan Kekhawatiran Timur Tengah

Berikut ini adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 24 September:
আরও পড়ুন Previous

IFO – Expectations Jerman September Sesuai Harapan 86.3

IFO – Expectations Jerman September Sesuai Harapan 86.3
আরও পড়ুন Next