Rupiah Tertekan di 15.743, Hentikan Penguatan dari Dua Pekan Sebelumnya

  • Rupiah Indonesia tertekan hingga ke 15.743 karena surplus Neraca Perdagangan Indonesia merosot.
  • Data makro AS yang optimis meredakan kekhawatiran akan pemangkasan suku bunga The Fed yang agresif.
  • Data Indeks Sentimen Konsumen Michigan (pendahuluan) dari AS untuk bulan Agustus akan dicermati malam ini.

Rupiah Indonesia (IDR) mengalami tekanan dan saat berita ini ditulis mata uang tersebut tengah diperdagangkan melemah di 15.743. Pelemahan IDR pada perdagangan di sesi Asia ini disebabkan oleh surplus Neraca Perdagangan Indonesia yang melemah dan Dolar AS yang mendapatkan dorongan setelah data makro AS yang dirilis semalam lebih baik dari prakiraan.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia telah merilis Neraca Perdagangan Indonesia untuk bulan Juli, yang menujukkan surplus merosot ke USD 0,47 miliar dari USD 1,29 miliar sebelumnya. Ekspor tahun-ke-tahun meningkat ke 6,46% dari 1,19% (direvisi dari 1,17%) dan jauh di atas konsensus pasar yang memprakirakan peningkatan ke 3,85%. Impor tahun-ke-tahun juga naik ke tingkat 11,07% dari 7,58% dan jauh di lebih tinggi dari prakiraan 0,04%. 

Peningkatan ekspor didorong oleh nonmigas terutama komoditas berbasis sumber daya alam, seperti bijih logam, terak, dan abu, juga produk manufaktur seperti logam mulia dan perhiasan/permata, mesin dan peralatan elektrik serta kendaraan dan bagiannya. Negara yang paling banyak menerima ekspor nonmigas dari Indonesia ini didominasi oleh Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Sementara kenaikan impor merupakan pertumbuhan paling tajam yang tercatat sejak Februari, didukung oleh permintaan yang kuat di dalam negeri pada awal Semester 2 tahun ini, terutama untuk bahan baku dan barang modal yang mendukung aktivitas ekonomi domestik.

Bank Indonesia akan mengadakan pertemuan untuk menetapkan kebijakan suku bunga pada hari Rabu pekan depan, tanggal 21 Agustus. Tim Ekonomi Global ING mengemukakan pendapatnya dalam analisisnya, dengan menyebutkan, 

“Meskipun tidak ada ekspektasi untuk penurunan suku bunga, penguatan nilai tukar Rupiah dan penurunan suku bunga acuan baru-baru ini dapat membuat pelonggaran menjadi prospek yang lebih realistis dibandingkan dengan konsensus yang ada. Inflasi masih terkendali dan penurunan suku bunga bukan tidak mungkin terjadi. Kemungkinan besar pemotongan oleh BI akan dilakukan setelah The Fed mulai melakukan pelonggaran.”

Sementara itu, Penjualan Ritel pada bulan Juli yang dirilis pada hari Kamis, tanggal 15 Agustus, naik lebih tinggi dari prakiraan. Biro Sensus AS melaporkan bahwa total nilai penjualan di tingkat ritel di AS naik 1% dan penjualan non otomotif tumbuh 0,4%, kedua data ini mengalahkan estimasi pasar yang masing-masing diharapkan sebesar 0,3% dan 0,1%.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan semalam, Klaim Tunjangan Pengangguran awal dalam pekan yang berakhir pada tanggal 9 Agustus menunjukkan jumlah klaim sebesar 227.000, lebih baik dari prakiraan pada 235.000 dan 234.000 yang ditunjukkan pada pekan sebelumnya.

Penjualan Ritel dan pasar tenaga kerja AS terlihat masih tangguh sehingga mengurangi kekhawatiran akan perlambatan tajam di negara dengan perekonomian Amerika Serikat, serta menghapuskan harapan akan pelonggaran kebijakan yang lebih agresif oleh Federal Reserve (The Fed).

Tim Riset Danske Bank mengukapkan bahwa mereka masih mengharapkan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25bp di bulan September dan Desember.

Menurut tim Commerzbank, The Fed tidak berada dalam mode krisis dan tidak akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada bulan September hanya karena inflasi bergerak menurun secara permanen menuju target (2%). Tiim analis tersebut lebih meyakini bahwa The Fed akan memangkas dengan cepat pada setiap pertemuan hingga akhir tahun ini.

Malam ini para pedagang akan mencermati data Indeks Sentimen Konsumen Michigan (pendahuluan) untuk bulan Agustus, Izin Mendirikan Bangunan dan Pembangunan Perumahan Baru untuk bulan Juli dari Amerika Serikat. 
 

Indikator Ekonomi

Indeks Sentimen Konsumen Michigan

Indeks Sentimen Konsumen Michigan, yang dirilis setiap bulan oleh University of Michigan, adalah survei yang mengukur sentimen di antara konsumen di Amerika Serikat. Pertanyaannya mencakup tiga area luas: keuangan pribadi, kondisi bisnis, dan kondisi pembelian. Data menunjukkan gambaran apakah konsumen bersedia atau tidak untuk membelanjakan uang, faktor kunci karena belanja konsumen merupakan pendorong utama ekonomi AS. Survei Universitas Michigan telah terbukti menjadi indikator akurat tentang arah masa depan ekonomi AS. Survei menerbitkan pembacaan pra-bulanan, pertengahan bulan, dan cetakan akhir di akhir bulan. Secara umum, pembacaan tinggi adalah bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan rendah adalah bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Agu 16, 2024 14:00 GMT (21:00 WIB) (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 66,9

Sebelumnya: 66,4

Sumber: University of Michigan

Kegembiraan konsumen dapat diterjemahkan ke dalam pengeluaran yang lebih besar dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, menyiratkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dan potensi kenaikan inflasi, membantu mengubah The Fed menjadi hawkish. Popularitas survei ini di kalangan analis (disebutkan lebih sering daripada Keyakinan Konsumen CB) dibenarkan karena data di sini mencakup wawancara yang dilakukan hingga satu atau dua hari sebelum rilis resmi, menjadikannya ukuran tepat waktu dari sentimen konsumen, tetapi terutama karena mengukur sikap konsumen pada situasi keuangan dan pendapatan. Data aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.

 

Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Bertahan di Bawah $28,50 karena Pedagang Memangkas Spekulasi Penurunan Suku Bunga The Fed yang Lebih Dalam

Harga perak (XAG/USD) turun tipis mendekati $28,15 pada hari Jumat selama jam perdagangan Asia. Berkurangnya harapan untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) AS pada bulan September setelah data AS yang optimis baru-baru ini membebani logam mulia ini.
Leer más Previous

EUR/USD Diperdagangkan dengan Kenaikan Moderat di Tengah Melemahnya USD, Tetap di Bawah Angka 1,1000

Pasangan EUR/USD naik dari pemulihan akhir hari sebelumnya dari area 1,0950 dan mendapatkan beberapa daya tarik positif selama sesi Asia pada hari Jumat. Namun, harga spot berjuang untuk memanfaatkan kenaikan dan saat ini diperdagangkan di sekitar area 1,0975-1,0980, naik lebih dari 0,05% untuk hari ini.
Leer más Next