WTI Tetap Berada di Atas $77,50 karena Meningkatnya Minat Risiko

  • Harga Minyak WTI mencoba untuk melanjutkan kenaikannya karena pemulihan sentimen risiko pasar secara keseluruhan.
  • Ekspektasi Inflasi Konsumen 5 tahun dari Universitas Michigan untuk bulan Mei sedikit menurun, mendukung ekspektasi mengenai penurunan suku bunga The Fed.
  • Iran akan meningkatkan produksi minyaknya dari 3,6 juta menjadi 4 juta barel per hari.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tipis karena pemulihan selera risiko pasar secara keseluruhan, kemungkinan didorong oleh antisipasi para investor terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di bulan September. Harga WTI diperdagangkan di sekitar $77,70 per barel selama sesi Asia pada hari Senin.

Pada hari Jumat, Ekspektasi Inflasi Konsumen 5 tahun dari University of Michigan untuk bulan Mei sedikit menurun menjadi 3,0%, turun dari 3,1% yang diprakirakan. Penurunan ekspektasi inflasi ini mendukung sentimen investor mengenai potensi penurunan suku bunga oleh The Fed.

Namun, para pejabat The Fed meredam ekspektasi penurunan suku bunga minggu lalu, dengan mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan bahwa bank sentral masih membutuhkan lebih banyak bukti bahwa inflasi pada akhirnya akan turun ke target pertumbuhan harga tahunan sebesar 2%. Kenaikan suku bunga yang berkepanjangan berdampak negatif pada prospek ekonomi AS dan mengurangi permintaan minyak.

Reuters melaporkan pada hari Minggu, mengutip kantor berita Tasnim Iran, bahwa dewan ekonomi yang dipimpin oleh presiden sementara Iran Mohammad Mokhber telah menyetujui rencana untuk meningkatkan produksi minyak negara tersebut dari 3,6 juta barel per hari (bph) menjadi 4 juta bph.

Selain itu, Arab Saudi sedang mempersiapkan penjualan saham bernilai miliaran dolar di perusahaan energi raksasa Aramco, yang bertujuan untuk mengumpulkan dana sekitar $10 miliar pada awal Juni. Ini akan menjadi salah satu transaksi saham terbesar di kawasan ini, dengan saham yang terdaftar di Riyadh dalam penawaran yang dipasarkan secara penuh dan bukan penjualan yang dipercepat dalam beberapa hari. 

Level-Level Teknis Minyak WTI AS

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 77.71
Perubahan harian hari ini 0.04
Perubahan harian hari ini % 0.05
Pembukaan harian hari ini 77.67
 
Tren
SMA 20 Harian 78.72
SMA 50 Harian 81.47
SMA 100 Harian 78.73
SMA 200 Harian 79.58
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 77.89
Terendah Harian Sebelumnya 76.04
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 80.06
Terendah Mingguan Sebelumnya 76.04
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 87.12
Terendah Bulanan Sebelumnya 80.62
Fibonacci Harian 38,2% 77.18
Fibonacci Harian 61,8% 76.75
Pivot Point Harian S1 76.51
Pivot Point Harian S2 75.34
Pivot Point Harian S3 74.65
Pivot Point Harian R1 78.37
Pivot Point Harian R2 79.06
Pivot Point Harian R3 80.23

 

 

 

 

Serangan Israel Menewaskan Sedikitnya 35 Orang di Rafah, Tekanan Meningkat Atas Perang di Gaza

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa sedikitnya 35 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka akibat serangan udara Israel di sebuah kamp di Rafah untuk para pengungsi pada hari Minggu, demikian seperti yang dikutip dari CNN. Gencatan senjata dan pembicaraan mengenai penyanderaan akan dilanjutkan minggu depan, kata para pejabat. Pembicaraan antara Israel dan Hamas telah terhenti, dengan kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan atas perbedaan-perbedaan dalam persyaratan-persyaratan utam
Leia mais Previous

PBOC Tetapkan Kurs Tengah USD/CNY di 7,1091 versus 7,1102 Sebelumnya

People's Bank of China (PBoC) menetapkan kurs tengah USD/CNY untuk sesi perdagangan hari Jumat di 7,1091, dibandingkan dengan penetapan hari sebelumnya di 7,1102 dan 7,2367 estimasi Reuters.
Leia mais Next