Survei BoJ: Jepang Berada di Puncak Perubahan Besar dalam Aktivitas Perusahaan

Temuan dari sebuah survei yang dilakukan oleh Bank of Japan (BoJ) untuk menilai langkah-langkah pelonggaran moneternya di masa lalu, menunjukkan bahwa Jepang sedang berada di titik puncak untuk melihat perubahan besar dalam aktivitas perusahaan.

Kesimpulan Tambahan

Banyak perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak dapat lagi mempekerjakan cukup banyak pekerja jika mereka membatasi upah.

Lebih banyak perusahaan mulai meneruskan kenaikan biaya tenaga kerja ke harga penjualan.

Banyak perusahaan, terlepas dari ukuran, sektor, mengatakan bahwa ekonomi di mana upah dan harga naik akan lebih baik untuk bisnis mereka daripada ekonomi di mana upah dan harga hampir tidak bergerak.

Pelonggaran moneter BoJ telah mendukung belanja modal, aktivitas bisnis perusahaan dengan menjaga biaya pinjaman tetap rendah, meningkatkan ketersediaan dana.

Beberapa perusahaan mengatakan bahwa mereka melihat kesulitan dalam mempekerjakan orang, mengintensifkan persaingan harga sebagai salah satu efek samping dari pelonggaran moneter BoJ.

Banyak produsen besar menyebutkan pergerakan valuta asing sebagai salah satu efek pelonggaran moneter BoJ terhadap bisnis mereka.

Produsen besar melihat stabilitas nilai tukar sebagai faktor terbesar yang mereka inginkan dari kebijakan moneter BoJ.

Apakah perubahan dalam aktivitas perusahaan yang meluas dan berkelanjutan akan sangat penting bagi prospek ekonomi dan harga Jepang.

Reaksi Pasar

USD/JPY tidak terpengaruh oleh temuan-temuan di atas, diperdagangkan sedikit mendatar di sekitar 155,75, pada saat artikel ini ditulis.

 

 

USD/IDR Terkoreksi, Rupiah Berada di 15.976 setelah Neraca Transaksi Berjalan Indonesia Alami Defisit

USD/IDR menguat sebesar 0,16% ke 15.976 di pertengahan perdagangan sesi Asia setelah Bank Indonesia merilis jumlah Neraca Pembayaran untuk Kuartal 1 2024, saat Dolar AS mengalami koreksi.
Leia mais Previous

NZD/USD Bertahan di Dekat 0,6150 karena RBNZ akan Mempertahankan OCR Tidak Berubah

Pasangan NZD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6130 selama jam perdagangan Asia pada hari Senin karena para investor mengantisipasi pertemuan kebijakan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada hari Rabu. RBNZ diprakirakan akan mempertahankan Suku Bunga Acuan di 5,5% untuk pertemuan ketujuh berturut-turut. Para pembuat kebijakan kemungkinan akan menekankan pentingnya mempertahankan kebijakan restriktif untuk jangka waktu yang lebih lama untuk membawa inflasi kembali ke kisaran target 1-3%.
Leia mais Next