Neraca Pembayaran Indonesia Defisit sebesar USD-2,2 Miliar versus USD-1,3 Miliar pada Periode Sebelumnya

Pada hari ini, Bank Indonesia (BI) telah merilis laporan Neraca Pembayaran sebesar USD-2,2 Miliar dari USD-1,3 Miliar pada periode sebelumnya.

Menurut laporan BI, pada triwulan I 2024, transaksi berjalan mencatat defisit 0,6% dari PDB, lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 0,3% dari PDB pada triwulan IV 2023. Neraca perdagangan nonmigas masih terus membukukan surplus, meski lebih rendah dari triwulan sebelumnya, akibat penurunan kinerja ekspor nonmigas sejalan dengan perlambatan ekonomi global. 

Bank Indonesia akan selalu mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat bersama Pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal. 

Selanjutnya, BI memprakirakan NPI 2024 tetap terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. 

Reaksi Pasar

Pasangan USD/IDR diperdagangkan di 15.973, menguat sebesar 0,13% setelah rilis Neraca Pembayaran Indonesia tersebut.

 

 

Dolar Australia Lanjutkan Kenaikan di Tengah Meningkatnya Minat Risiko, Dolar AS Melemah

Dolar Australia (AUD) memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Senin. Dolar AS (USD) yang lebih lemah mendukung pasangan AUS/USD. Namun, Dolar Australia memangkas kenaikan setelah keputusan suku bunga dari Tiongkok. People's Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun (Loan Prime Rates/LPR) masing-masing pada 3,45% dan 3,95%.
Devamını oku Previous

Harga Emas Naik ke Rekor Tertinggi, Meningkatnya Ketegangan Geopolitik Menjadi Fokus

Harga emas (XAU/USD) mendapatkan momentum pada hari Senin. Logam mulia ini mencapai rekor tertinggi di dekat $2.441 selama sesi Asia pada hari Senin di tengah harapan baru untuk penurunan suku bunga dari Federal Reserve AS (The Fed) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sementara itu, meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina juga mendorong permintaan safe haven, dengan kedua negara saling melancarkan serangan di akhir pekan. Pada hari Senin, para pedagang emas akan fokus pada pida
Devamını oku Next