GBP/USD Turun ke Level Terendah sejak November, Mengincar 1,2400 Menjelang Data Lapangan Pekerjaan Inggris

  • GBP/USD turun ke level terendah baru tahun berjalan dan tertekan oleh kombinasi beberapa faktor.
  • Pertaruhan untuk pelonggaran kebijakan yang lebih agresif oleh BoE terus membebani GBP.
  • Berkurangnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed menopang USD dan juga berkontribusi pada kejatuhannya.

Pasangan GBP/USD bergerak lebih rendah untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa – juga menandai hari keempat dari pergerakan negatif dalam lima hari sebelumnya – dan turun ke level terendah sejak 17 November selama sesi Asia. Harga spot tersebut saat ini diperdagangkan di sekitar area 1,2420 karena para pedagang saat ini menantikan perincian ketenagakerjaan bulanan Inggris untuk mendapatkan dorongan baru.

Menurut estimasi konsensus, jumlah orang yang mengklaim tunjangan terkait pengangguran diperkirakan akan naik menjadi 17,2 ribu dari 16,8 ribu sebelumnya dan tingkat pengangguran terlihat naik tipis dari 3,9% menjadi 4% selama tiga bulan hingga Maret. Hal ini dapat memberikan lebih banyak bukti bahwa pasar tenaga kerja mendingin dan memperkuat taruhan untuk setidaknya empat penurunan suku bunga oleh Bank of England (BoE) tahun ini, dimulai pada bulan Juni, yang akan membebani Pound Inggris (GBP) dan menyeret pasangan GBP/USD lebih rendah.

Sementara itu, reaksi pasar langsung terhadap laporan yang secara mengejutkan lebih kuat kemungkinan besar akan terbatas setelah sentimen bullish yang kuat seputar Dolar AS (USD), didukung oleh ekspektasi Federal Reserve (The Fed) yang hawkish. Para investor memundurkan ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga pertama oleh The Fed ke bulan September dari bulan Juni setelah rilis angka inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari prakiraan. Hal ini membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi dan menopang Dolar.

Selain itu, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menjadi faktor lain yang menguntungkan status safe haven Greenback. Hal ini, pada gilirannya, menunjukkan bahwa jalur yang paling mungkin bagi pasangan GBP/USD adalah ke arah bawah dan setiap upaya pemulihan saat ini dapat dilihat sebagai peluang penjualan. Para pedagang pada hari Selasa akan lebih lanjut mengambil isyarat dari data makro AS dan pidato anggota FOMC, termasuk Ketua The Fed Jerome Powell. 

Level-Level Teknis GBP/USD

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 1.2423
Perubahan harian hari ini -0.0023
Perubahan harian hari ini % -0.18
Pembukaan harian hari ini 1.2446
 
Tren
SMA 20 Harian 1.2615
SMA 50 Harian 1.2653
SMA 100 Harian 1.2667
SMA 200 Harian 1.2582
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 1.2499
Terendah Harian Sebelumnya 1.2436
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 1.2709
Terendah Mingguan Sebelumnya 1.2427
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 1.2894
Terendah Bulanan Sebelumnya 1.2575
Fibonacci Harian 38,2% 1.246
Fibonacci Harian 61,8% 1.2475
Pivot Point Harian S1 1.2421
Pivot Point Harian S2 1.2397
Pivot Point Harian S3 1.2358
Pivot Point Harian R1 1.2484
Pivot Point Harian R2 1.2523
Pivot Point Harian R3 1.2547

 

 

 

 

Yen Jepang Merana di Dekat Level Terendah 34 Tahun terhadap USD Meskipun Ada Peringatan Intervensi

Yen Jepang (JPY) berusaha keras untuk mendapatkan traksi yang berarti selama sesi Asia pada hari Selasa dan merana di dekat level terendah 34 tahun yang disentuh terhadap mata uang Amerika pada hari sebelumnya. Sebuah laporan pada hari Senin menunjukkan bahwa Bank of Japan (BoJ) akan mengurangi penekanan pada inflasi dan beralih ke pendekatan yang lebih fleksibel dalam menetapkan kebijakan moneter. Sementara itu, Gubernur BoJ Kazuo Ueda mengatakan bahwa setelah mengakhiri suku bunga negatif di bulan Maret,
Mehr darüber lesen Previous

Kepercayaan Konsumen Indonesia di Bulan Maret Naik ke 123,8 versus 123,1 Sebelumnya

Bank Indonesia (BI) telah merilis angka Kepercayaan Konsumen untuk bulan Maret, yang menunjukkan peningkatan ke 123,8 dibandingkan dengan 123,1 pada bulan Februari.
Mehr darüber lesen Next