NZD/USD Melemah Mendekati 0,5990 Menyusul Melemahnya Kepercayaan Konsumen Selandia Baru
- NZD/USD melemah karena data Selandia Baru yang lebih lemah yang dirilis hari Kamis.
- Kepercayaan Konsumen Roy Morgan – ANZ turun ke 86,4 di bulan Februari dari 94,5 sebelumnya.
- PDB AS disetahunkan diprakirakan akan tetap konsisten pada kenaikan 3,2% di Kuartal IV.
NZD/USD menghentikan kenaikan tiga hari beruntun, melemah mendekati 0,5990 selama jam-jam Asia hari Kamis. Dolar Selandia Baru (NZD) menghadapi tantangan karena angka-angka ekonomi utama domestik yang lebih lemah dari prakiraan, yang pada gilirannya, melemahkan pasangan NZD/USD.
Kepercayaan Konsumen Roy Morgan – ANZ turun ke 86,4 di bulan Februari dari 94,5 di bulan sebelumnya. Indeks turun dari level tertinggi Januari 2022. Kepercayaan Bisnis turun menjadi 22,9 pada bulan Maret, dari pembacaan sebelumnya 34,7. Pasar Selandia Baru akan merayakan Jumat Agung dan Senin Paskah.
Di Boao Forum for Asia (BFA), legislator tertinggi Tiongkok, Zhao Leji, menggarisbawahi komitmen Tiongkok terhadap globalisasi ekonomi yang inklusif. Dia mengartikulasikan oposisi Tiongkok terhadap unilateralisme dan proteksionisme dalam segala bentuknya dan menyatakan dedikasinya untuk menyelaraskan perkembangannya dengan negara-negara lain.
Dolar AS (USD) menunjukkan momentum yang lemah karena investor menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Tahunan untuk kuartal keempat 2023 dari Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis. Selanjutnya, Pengeluaran Konsumsi Pribadi untuk bulan Februari pada hari Jumat. Indeks Dolar AS (DXY) berada di kisaran 104,30. Imbal hasil obligasi pemerintah AS pulih setelah mengalami penurunan dalam dua sesi sebelumnya, mendukung Dolar AS.
Para pelaku pasar menanti petunjuk dari Federal Reserve (The Fed) mengenai lintasan suku bunganya. Namun, pandangan yang saling bertentangan di antara para anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengenai pelonggaran kebijakan moneter menambah ketidakpastian pasar.