USD/KRW Terus Naik, Won Korsel Tertekan di 1.329, Tunggu Data Ekonomi AS Malam Ini

  • USD/KRW meneruskan kenaikannya hari ini hingga ke 1.329.
  • Data IHP AS yang lebih kuat dari prakiraan memicu spekulasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama.
  • Data Indeks Manufaktur Wilayah Bagian NY,  Produksi Industri serta Indeks Sentimen Konsumen Pendahuluan Michigan dari AS akan dipantau.

Senada dengan sebagian besar mata uang Asia lainnya, pagi ini di sesi perdagangan Asia, USD/KRW melejit hingga ke 1.329 terbawa oleh Dolar AS yang menguat dari semalam setelah data Indeks Harga Produsen (IHP) AS lebih kuat dari prakiraan. Pasangan mata uang ini melanjutkan pergerakan naiknya dari perdagangan kemarin (14/03/2024) yang ditutup di 1.321,90 dan mencatatkan tertinggi di 1.325.

Indeks Dolar AS (DXY) pada saat berita ini ditulis berada di 103,44. Indeks ini akhirnya menembus di atas level penting di 103, karena Greenback mendapatkan dorongan dari data IHP AS yang mencatatkan peningkatan ke 0,6% di atas konsensus pada 0,3%. Data Penjualan Ritel AS secara bulanan juga naik ke 0,6%, kenaikan ini lebih lemah dari yang diprakirakan di 0,8%.  

Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang lebih kuat dari prakiraan memicu spekulasi di pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama demi menurunkan inflasi yang masih tinggi. Hal ini mengurangi peluang penurunan suku bunga The Fed di bulan Juni yang  menyebabkan Dolar AS menguat dan mengangkat pasangan USD/KRW.

Pagi tadi, Korea Selatan telah merilis data Harga Ekspor (YoY) yang menunjukkan peningkatan ke 4,2% dari 3,6% sebelumnya (direvisi dari 3,7%). Kemudian Harga Impor (YoY) tercatat di -0,2%, merosot dari sebelumnya di 0,5% (direvisi dari 0,2%). Laporan harga ekspor menunjukkan kenaikan tahunan terbesar dalam harga pengiriman ke luar negara sejak November 2022. Sementara, harga impor melemah karena penurunan biaya pembelian bahan mentah dan barang setengah jadi.

Fokus para pedagang sekarang akan tertuju pada data ekonomi AS hari ini, yang menampilkan rilis Indeks Manufaktur Wilayah Bagian NY, angka-angka Produksi Industri serta Indeks Sentimen Konsumen Pendahuluan Universitas Michigan.

 

Ekspor Indonesia Februari Dicatat Di -9.45%, Di Bawah Harapan -6.5%

Ekspor Indonesia Februari Dicatat Di -9.45%, Di Bawah Harapan -6.5%
Đọc thêm Previous

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia di Bulan Februari Menyusut Tajam ke USD 0,87 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia melaporkan bahwa surplus Neraca Perdagangan Indonesia di bulan Februari menyusut tajam ke USD 0,87 Miliar dibandingkan dengan angka sebelumnya di USD 2,01 Miliar, konsensus memprakirakan kenaikan ke USD 2,32 Miliar.
Đọc thêm Next