USD/IDR Dibuka di 15.654, Rupiah Tampak Lesu, Tungga Data Inflasi Indonesia, PDB dan PCE AS

  • Rupiah melemah, diperdagangkan di 15.654 per Dolar AS.
  • Para investor menunggu rilis PDB dan PCE AS serta data Inflasi Indonesia pekan ini.
  • USD/IDR gagal menembus batas bawah pola segitiga simetris, Rupiah berisiko melemah lebih lanjut.

Rupiah (IDR) telah melemah pagi ini, USD/IDR dibuka lebih tinggi di 15.630 dan membentuk gap sebesar 6 poin dari penutupan sebelumnya di 15.624. Saat berita ini ditulis, pasangan mata uang tersebut diperdagangkan di 15.654, menguat 30 poin atau 0,19%. Meskipun Indeks Dolar AS (DXY) melemah, Rupiah tidak terdongkrak.

DXY bergerak lebih lemah di sekitar level 103,72, tertekan oleh sentimen pasar yang menunggu kepastian akan masa depan kebijakan terkait pemangkasan suku bunga The Fed.

Hari ini, dalam pernyataannya Presiden Bank Federal Reserve (The Fed) Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan bahwa bank sentral AS tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga dan AS belum keluar dari masalah inflasi yang 'terlalu tinggi'. Selain itu, Gubernur Federal Reserve (The Fed) Christopher Waller mengatakan pada hari Kamis lalu, ia perlu melihat bukti lebih lanjut bahwa inflasi mendingin sebelum ia bersedia untuk mendukung penurunan suku bunga. Sementara, Wakil Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Phillip Jefferson saat berbicara di Peterson Institute for International Economics di Washington, DC, pada hari Kamis, mengatakan bahwa kemungkinan akan tepat untuk mulai memangkas suku bunga kebijakan akhir tahun ini.

Menjelang akhir pekan ini, Produk Domestik Bruto AS yang disetahunkan untuk kuartal keempat (Q4) akan dirilis pada hari Rabu, yang diprakirakan akan tetap stabil di 3,3%. Selanjutnya, pada hari Kamis, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures /PCE) AS akan menyedot perhatian. Menurut prakiraan staf The Fed, Indeks Harga PCE naik 2,4% selama 12 bulan yang berakhir di bulan Januari.

Sementara dari dalam negeri, pada hari Jumat, tanggal 1 Maret, data Indeks Manajer Pembelian (IMP) yang dipublikasikan oleh S&P Global akan dirilis, dilanjutkan dengan data inflasi untuk bulan Januari, di mana data inflasi tahun ke tahun diprakirakan sedikit naik di 2,58% dari bulan sebelumnya di 2,57%, dan inflasi bulan ke bulan diprakirakan sebesar 0,2% dari 0,04% sebelumnya. Dalam live streaming APBNKITA edisi Februari 2024 yang disiarkan pada tanggal 22 Februari lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa, inflasi yang relatif rendah di Indonesia masih terjaga hingga awal tahun, meskipun, kenaikan harga beras harus diwaspadai karena hal ini sangat mempengaruhi inflasi volatile food dalam inflasi utama.

USD/IDR Tidak Mampu Tembus Batas Bawah Pola Segitiga Simetris

USD/IDR memantul dan bergerak ke arah atas dari batas bawah pola segitiga simetris setelah gagal menutup di bawahnya. Rupiah mulai loyo lagi sejak kemarin, saat ini nilai tukarnya mencapai 15.654 per Dolar AS. Harga pasangan mata uang ini melayang sedikit di atas level Simple Moving Average (SMA) 50 yang berada di 15.594. Bila pergerakan naik ini terus berlanjut harga berpeluang mencapai 15.680 dalam jangka pendek, kemudian harga dapat menguji level 15.730, sebelum melanjutkan pergerakannya ke 15.800.

Sementara di sisi bawah, bila harga USD/IDR menembus di bawah level 15.580, harga berpeluang ke 15.540 dan ke level di sekitar 15.470. Rentang perdagangan harga Rupiah hari ini diprakirakan berada di kisaran 15.615-15675. 

Grafik harian USD/IDR

 

 

NZD/USD Berada di Dekat Level Terendah Mingguan, Menanti Data AS Menjelang RBNZ pada Hari Rabu

Pasangan NZD/USD tetap berada di bawah tekanan jual selama dua hari berturut-turut pada hari Selasa dan turun ke level terendah satu minggu, di sekitar pertengahan 0,6100-an selama sesi Asia. Namun, harga spot pulih beberapa pip dari penurunan harian setelah penurunan Dolar AS (USD) dan saat ini diperdagangkan di sekitar area 0,6165, turun lebih dari 0,10% untuk hari ini.
Đọc thêm Previous

Analisis Harga USD/CAD: Terdepresiasi Mendekati 1,3500 Diikuti oleh Fibonacci 23,6%

USD/CAD terus melemah terhadap Dolar AS (USD) yang lemah, yang dapat disebabkan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih rendah. Pasangan USD/CAD turun tipis mendekati 1,3500 selama sesi Asia hari Selasa.
Đọc thêm Next