AUD/USD Mendekati 0,6500 Meskipun Dolar AS Secara Umum Masih Optimis
- AUD/USD naik menuju 0,6500 saat RBA tetap terbuka dengan pengetatan kebijakan lebih lanjut.
- Para investor melihat The Fed menurunkan suku bunga pada bulan Juni.
- Para pelaku pasar menunggu panduan baru dari data Ketenagakerjaan Australia dan Penjualan Ritel AS.
Pasangan AUD/USD bergerak menuju resistance psikologis 0,6500 meskipun prospek Dolar AS secara lebih luas adalah bullish. Dolar Australia naik lebih dari 0,4% di awal sesi New York Rabu ini saat Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock memperingatkan bahwa bank sentral tetap terbuka dengan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Saat membahas penentuan waktu penurunan suku bunga, Bullock menyatakan bahwa bank sentral mungkin mempertimbangkan untuk memulai penurunan suku bunga bahkan sebelum inflasi melambat ke 2,5%.
Ke depannya, Dolar Australia akan dipandu oleh data Ketenagakerjaan bulan Januari, yang akan dipublikasikan pada hari Kamis. Menurut ekspektasi, 30 ribu pekerja direkrut dibandingkan dengan 65,1 ribu pekerja yang diberhentikan pada bulan Desember. Tingkat Pengangguran diprakirakan naik ke 4% dari 3,9%. Data Ketenagakerjaan yang optimis akan memungkinkan para pembuat kebijakan RBA untuk mempertahankan Official Cast Rate (OCR) di 4,35% lebih lama.
Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) mendekati tertinggi tiga bulan 105,00. Indeks USD diprakirakan akan mengalami kenaikan lebih lanjut karena data inflasi Amerika Serikat yang persisten telah menggeser ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) ke pertemuan kebijakan moneter bulan Juni. The Fed diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 5,25-5,50% sampai terdapat bukti bahwa inflasi akan kembali ke target 2%.
Untuk panduan lebih lanjut, pelaku pasar akan fokus pada data Penjualan Ritel bulanan AS untuk bulan Januari, yang akan dipublikasikan pada hari Kamis. Penjualan Ritel diprakirakan mengalami kontraksi 0,1% setelah tumbuh 0,6% di Desember.