Harga Emas Naik saat Tentara Israel Bertekad Hancurkan Hamas di Gaza, Fokus pada PDB Kuartal Ketiga AS

  • Harga Emas melanjutkan kenaikannya seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
  • Permintaan Dolar AS dan imbal hasil obligasi menguat menjelang data PDB kuartal ketiga.
  • Sentimen pasar masih suram di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran perlambatan global.

Harga Emas (XAU/USD) mencetak tertinggi baru tiga hari saat konfirmasi dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa tentara Israel siap menghadapi serangan darat di Gaza, meningkatkan daya tarik aset-aset safe-haven.

Permintaan bullion tetap optimis meskipun ada lonjakan dalam Dolar AS dan imbal hasil obligasi jangka panjang AS menyusul kuatnya aktivitas bisnis AS di bulan Oktober. Sementara itu, investor menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga AS dan data inflasi Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti AS untuk bulan September, yang berpotensi berdampak pada pengambilan keputusan Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan kebijakan moneter yang dijadwalkan pada 1 November.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Meraih Tertinggi Baru Tiga Hari di Tengah Ketegangan Timur Tengah

  • Harga Emas meraih tertinggi baru tiga hari dekat $1.990,00 karena permintaan safe-haven setelah pernyataan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meningkatkan kekhawatiran terhadap serangan darat di Gaza.
  • Ketegangan di Timur Tengah meningkat ketika Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa tentara sedang mempersiapkan serangan darat tetapi tidak mau menyampaikan waktu atau strategi pastinya.
  • Netanyahu mengatakan bahwa tujuan militer adalah menyelamatkan negaranya dari Hamas. Dia mengklarifikasi bahwa serangan darat untuk menghancurkan pasukan militer Palestina akan segera dimulai.
  • Permintaan bullion kembali menguat meskipun imbal hasil obligasi jangka panjang AS dan Dolar AS mengalami pemulihan yang tajam.
  • Indeks Dolar AS (DXY) meraih tertinggi baru dua minggu di atas 106,80 setelah survei sektor swasta dari S&P Global menunjukkan bahwa aktivitas bisnis dalam perekonomian AS tetap optimis pada bulan Oktober meskipun suku bunga Federal Reserve tinggi.
  • Survei aktivitas bisnis AS menunjukkan bahwa IMP Manufaktur sektor swasta menguji ambang batas 50,0 untuk pertama kalinya dalam enam bulan. Peningkatan aktivitas pabrik AS pada awal kuartal terakhir tahun 2023 merupakan kabar baik bagi perekonomian.
  • S&P Global melaporkan bahwa sentimen bisnis telah membaik di tengah harapan bahwa The Fed selesai menaikkan suku bunga di tengah berkurangnya tekanan harga.
  • Daya tarik Dolar AS membaik karena investor mengurangi investasi pada aset-aset yang sensitif terhadap risiko karena meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan global.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun naik ke 4,96% menjelang data PDB AS kuartal ketiga, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Biro Analisis Ekonomi diprakirakan menunjukkan ekspansi ekonomi AS pada tingkat tahunan 4,2% setelah ekspansi 2,1% yang tercatat dalam laporan PDB kuartal kedua.
  • Laporan PDB yang optimis dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam imbal hasil obligasi dan Dolar AS karena meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan dari The Fed di sisa tahun 2023.
  • Selain data PDB AS, investor akan mengamati Pesanan Barang Tahan Lama untuk bulan September. Menurut estimasi, permintaan barang inti diprakirakan naik 1,5% dibandingkan kenaikan nominal 0,1% di bulan Agustus. Laporan permintaan barang inti yang optimis akan meningkatkan ekspektasi inflasi konsumen dan harapan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh The Fed.
  • Mengingat pernyataan baru-baru ini dari para pengambil kebijakan The Fed, keputusan suku bunga stabil sudah diantisipasi secara luas oleh The Fed dalam pertemuan kebijakan moneternya pada tanggal 1 November. Mayoritas pengambil kebijakan The Fed bersama dengan Ketua Jerome Powell berkomentar bahwa saat ini imbal hasil obligasi AS yang tinggi setara dengan satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp).
  • Menurut Fedwatch tool CME, para pedagang melihat The Fed hampir pasti mempertahankan suku bunga tidak berubah di 5,25-5,50%. Peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi dalam dua pertemuan kebijakan moneter yang tersisa pada tahun 2023 telah meningkat menjadi 29%.

Analisis Teknis: Harga Emas Melonjak ke Dekat $1.990

Harga Emas naik mendekati $1.990 pada hari Rabu setelah menyelesaikan koreksi, yang menyeretnya ke dekat $1.953. Logam mulia melanjutkan perjalanan naiknya dan bertujuan untuk melampaui resistance psikologis di $2.000. Tren jangka pendek berubah menjadi bullish karena Exponential Moving Average (EMA) 20- dan 50-hari telah menghasilkan persilangan bullish. Osilator momentum berada dalam kisaran bullish, yang mengindikasikan bahwa momentum ke atas masih utuh.

Angka PDB AS yang Kuat Dapat Semakin Memperkuat Dolar – ING

Dolar semakin menguat dalam 24 jam terakhir. Para ekonom di ING menganalisis prospek Greenback. Dolar Berisiko Mengalami Beberapa Koreksi Teknis An
Leer más Previous

Tidak Ada Perubahan Besar dalam SEK dalam Jangka Menengah – Danske Bank

SEK telah mendapatkan kembali daya tarik baru setelah Riksbank memulai lindung nilai cadangan devisanya. Para ekonom di Danske Bank menganalisa prospe
Leer más Next