AUD/USD Merosot 40 Poin Menuju 0,6700 karena Inflasi Australia yang Suram, dan Pidato Ketua The Fed Powell

  • AUD/USD menukik setelah rilis inflasi Australia yang suram.
  • IHK Bulanan Australia sesuai dengan perkiraan 5,4% YoY untuk bulan Juni, namun IHK kuartalan, IHK rata-rata yang dipangkas RBA untuk kuartal kedua mengecewakan.
  • Tantangan terhadap sentimen mendorong para pembeli pasangan AUD ini setelah tren naik selama dua hari.
  • Dengan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,25% yang sudah diperhitungkan, pidato Powell akan sangat penting untuk mendapatkan petunjuk arah yang jelas.

AUD/USD berada di landasan yang licin sambil mencatatkan penurunan cepat 45 poin setelah data inflasi Australia menunjukkan kekecewaan pada Rabu dini hari. Yang semakin memperkuat bias bearish dapat berupa pergeseran sentimen pasar menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), serta beberapa tajuk utama yang suram baru-baru ini dari Tiongkok.

Berbicara tentang angka inflasi Australia, Indeks Harga Konsumen (IHK) utama untuk kuartal kedua (Q2) 2023 turun menjadi 0,8% QoQ versus 1,0% yang diharapkan dan 1,4% sebelumnya, sementara IHK rata-rata yang dipangkas Reserve Bank of Australia (RBA) berada di 1,0% dibandingkan dengan 1,1% prakiraan pasar dan 1,2% sebelumnya untuk periode tersebut. Lebih lanjut, IHK Bulanan sesuai dengan ekspektasi para analis sebesar 5,4% untuk bulan Juni dibandingkan dengan 5,6% sebelumnya.

Baca juga: Breaking: Inflasi IHK Australia Turun ke 0,8% di Kuartal Kedua versus Ekspektasi 1,0%

Sebelumnya pada hari ini, berita yang menunjukkan ketegangan baru AS-Tiongkok bergabung dengan konsolidasi pra The Fed untuk membebani harga AUD/USD. Reuters melaporkan bahwa Senat AS yang beranggotakan 100 orang mendukung amandemen Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) dengan perbandingan suara 91 banding 6. Ini berarti para pengambil kebijakan mendukung undang-undang yang mewajibkan perusahaan-perusahaan AS untuk melaporkan investasi di teknologi Tiongkok seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).

Perlu dicatat bahwa pasangan AUD ini mengalami kenaikan tertinggi dalam dua minggu pada hari sebelumnya setelah pernyataan optimis dari pertemuan Politbiro Partai Komunis Tiongkok dan perencana negara Tiongkok, National Development and Reform Commission (NDRC), mengisyaratkan lebih banyak stimulus dari Beijing dan mendukung sentimen.

Sebelumnya yang juga semakin memperkuat kenaikan AUD/USD, serta mendukung sentimen risk-on, adalah statistik suram dari negara-negara ekonomi utama yang menandai berakhirnya lintasan kenaikan suku bunga di bank-bank sentral utama. Selain itu, revisi naik Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap perkiraan pertumbuhan global juga mendukung sentimen risk-on dan harga pasangan mata uang. Selain itu, berita dari Reuters yang menyatakan bahwa bank-bank pemerintah Tiongkok mempertahankan Yuan (CNY), dengan menjual Dolar AS, yang juga tampaknya mendorong harga pasangan mata uang ini.

Di sisi lain, sebagian besar data AS dirilis positif namun gagal untuk mengesankan kenaikan DXY. Meskipun demikian, Kepercayaan Konsumen Conference Board (CB) AS melonjak ke 117,0 untuk bulan Juli dari 110,10 sebelumnya (direvisi) versus perkiraan pasar 112,10. Perincian survei mengungkapkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen satu tahun turun tipis menjadi 5,7% sementara Indeks Situasi Saat Ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen naik menjadi 160,0 dan 88,3 pada urutan tersebut untuk bulan tersebut. Meskipun demikian, Indeks Harga Perumahan AS untuk bulan Mei mencetak kembali pertumbuhan 0,7% MoM dibandingkan dengan estimasi analis sebesar 0,2%, sementara Indeks Harga Rumah S&P/Case-Shiller juga mengulangi angka -1,7% YoY untuk bulan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi -2,2%.

Dengan latar belakang ini, Kontrak Berjangka S&P500 mencetak pelemahan tipis  bahkan ketika indeks-indeks acuan Wall Street ditutup pada sisi positif untuk hari kedua berturut-turut. Meskipun demikian, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam tiga minggu terakhir sebelum mengakhiri perdagangan hari Selasa di dekat 3,89%.

Setelah menyaksikan reaksi awal pasar terhadap inflasi Australia tersebut, para perdagang pasangan AUD/USD mungkin akan terus memperhatikan beberapa katalis risiko untuk mendapatkan arah yang jelas. Namun, sentimen yang berhati-hati menjelang pengumuman rapat kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dapat membatasi momentum pasangan AUD ini. Perlu dicatat bahwa pembicaraan mengenai kenaikan suku bunga bank sentral AS sebesar 0,25% sangat keras dan jelas, dan oleh karena itu komentar-komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell akan sangat penting untuk diperhatikan agar mendapatkan petunjuk arah yang jelas.

Baca juga: Pratinjau Federal Reserve: Powell dapat Mainkan Tiga Kartu Berbeda, dengan Pergerakan Dolar AS yang Berbeda

Analisis Teknis

Kegagalan berulang kali pasangan AUD/USD untuk memberikan penutupan harian di luar garis resiatance turun berusia satu minggu, di sekitar 0,6800 pada saat berita ini ditulis, serta puncak ganda di dekat angka bulat 0,6900, membuat pera penjual tetap optimis di tengah sinyal MACD dan RSI yang lesu.

Namun, konvergensi MA 21 Hari dan MA 200 Hari menempatkan dasar di bawah harga AUD di sekitar 0,6730-25.

Breaking: Inflasi IHK Australia Turun ke 0,8% di Kuartal Kedua versus Ekspektasi 1,0%

Menurut data terbaru yang diterbitkan oleh Biro Statistik Australia (ABS) pada hari Rabu, Indeks Harga Konsumen (IHK) negara tersebut naik 0,8% pada k
مزید پڑھیں Previous

AUD/JPY Turun ke Level di Bawah 95,00 karena IHK Australia yang Lebih Lemah, Pulih Beberapa Poin Setelahnya

Pasangan AUD/JPY berada di bawah tekanan jual yang kuat selama sesi Asia pada hari Rabu dan bergerak menjauh dari level tertinggi hampir tiga minggu,
مزید پڑھیں Next