AUD/USD Tampak Rentan di Sekitar 0,6670 Menjelang Pesanan Barang Tahan Lama AS

  • AUD/USD diharapkan akan melanjutkan perjalanan turun di bawah 0,6670 di tengah sentimen risk-off.
  • Data Pesanan Barang Tahan Lama AS diharapkan akan mengalami kontraksi sebesar 1,0%, dibandingkan dengan ekspansi sebesar 1,1%.
  • Ekspektasi kenaikan suku bunga dari RBA lebih tinggi karena risiko kenaikan inflasi meningkat.

Pasangan AUD/USD berkonsolidasi di atas 0,6670 di sesi Eropa. Aset AUD/USD diharapkan akan melanjutkan perjalanan turunnya karena Indeks Dolar AS (DXY) telah stabil setelah pergerakan korektif mendekati 102,70.

S&P500 berjangka telah menghasilkan beberapa penurunan pada hari Senin, meneruskan isyarat negatif yang disaksikan pada hari Jumat. Sentimen pasar secara keseluruhan mengindikasikan bahwa tema penghindaran risiko semakin menguat karena kekhawatiran akan resesi global yang semakin meningkat akibat kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral. Selain itu, alasan triwulanan yang akan datang telah membuat para investor tetap waspada.

Indeks Dolar AS telah menunjukkan pergerakan korektif dari level tertinggi mingguan di 103,17 karena investor mulai mencerna kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve (Fed). Ketua The Fed Jerome Powell telah mengkonfirmasi bahwa bank sentral akan melanjutkan pengetatan suku bunga dengan 'kecepatan yang hati-hati'.

Para analis di Rabobank mengharapkan The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Juli, namun juga mengharapkan laju kenaikan suku bunga yang lebih moderat yang berarti melewatkan bulan September, dengan bulan November sebagai pertemuan untuk potensi kenaikan kedua.

Ke depannya, data Pesanan Barang Tahan Lama AS akan sangat diperhatikan. Sesuai konsensus, data bulan Mei diharapkan akan mengalami kontraksi sebesar 1,0%, dibandingkan dengan ekspansi sebesar 1,1% yang dilaporkan sebelumnya.

Dari sisi Dolar Australia, investor menanti rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan (Mei). Inflasi Australia menjadi lebih panas di bulan April dan berada di level 6,8% karena kondisi pasar tenaga kerja yang tetap optimis. Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Reserve Bank of Australia (RBA) lebih tinggi karena risiko kenaikan inflasi meningkat.

 

Ekonom IFO: Peluang Ekonomi Jerman akan Menyusut Lagi di Kuartal Kedua Telah Meningkat

Menyusul rilis Survei Bisnis IFO Jerman, Ekonom institut Klaus Wohlrabe mengatakan bahwa "peluang ekonomi Jerman akan menyusut lagi di kuartal kedua t
Baca selengkapnya Previous

USD/CNH: Kenaikan Lebih Lanjut Tidak Boleh Dikesampingkan – UOB

Kenaikan ekstra dalam USD/CNH dapat menguji kembali level 7,2500 dalam beberapa pekan ke depan, demikian komentar dari Ekonom UOB Group Lee Sue Ann da
Baca selengkapnya Next