GBP/USD: Penjual Cable Didukung Terobosan DMA-50 Saat NFP AS Memanggil Fed Hawkish, IMP Dalam Fokus

  • GBP/USD melanjutkan pembalikan hari sebelumnya dari level tertinggi tiga pekan, bertahan di dekat level terendah perdagangan harian.
  • BoE mundur di tengah minimnya data Inggris, Dolar AS menyambut meningkatnya kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed karena NFP AS yang optimis.
  • Kalender yang ringan di Asia, sentimen yang beragam gagal menginspirasi para pedagang Pound Sterling.
  • Pembacaan akhir IMP Global S&P Inggris, IMP Jasa ISM AS untuk bulan Mei menjadi perhatian untuk pergerakan perdagangan Cable.

GBP/USD tetap tertekan menuju 1,2400 sembari melanjutkan penurunan hari sebelumnya dari level tertinggi tiga pekan menjelang pembukaan London hari Senin, dalam penawaran jual di dekat level terendah perdagangan harian di 1.2426 pada saat berita ini ditulis. Dengan demikian, pasangan Cable membenarkan momentum pasar yang tidak menentu di tengah minimnya data/peristiwa penting, serta periode pemadaman para pembuat kebijakan the Fed menjelang Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan.

Meskipun demikian, pasangan Cable menunjukkan kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir meskipun mundur dari area resistensi horizontal kunci jangka pendek pada hari Jumat. Dengan demikian, Pound Sterling membenarkan kekhawatiran hawkish tentang Bank of England (BoE) meskipun baru-baru ini membenarkan peningkatan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed), didukung oleh data ketenagakerjaan AS yang optimis. Perlu dicatat bahwa kegelisahan politik di Inggris juga mendorong para pembeli GBP/USD, terutama ketika para diplomat AS telah berhasil menghindari masalah gagal bayar utang.

Selama pekan alu, sinyal optimis dari inflasi Inggris mendukung kekhawatiran BoE yang hawkish menjelang NFP AS pada hari Jumat yang mendukung seruan untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,25% pada bulan Juni, serta memangkas peluang yang mendukung penurunan suku bunga The Fed pada tahun 2023. Meskipun demikian, laporan pekerjaan AS untuk bulan Mei mengejutkan pasar dengan lonjakan Nonfarm Payrolls (NFP) sebesar 339.000 versus 190.000 yang diharapkan dan 294.000 sebelumnya (direvisi). Namun, perlu dicatat bahwa Tingkat Pengangguran juga naik menjadi 3,7% dari 3,4% sebelumnya, dibandingkan 3,5% prakiraan pasar. Perlu dicatat, bahwa Penghasilan Rata-Rata Per Jam menurun sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja tetap sama seperti sebelumnya.

Selain itu, pemilihan umum lokal di Inggris telah menimbulkan keraguan tentang masa depan PM Inggris Rishi Sunak karena Partai Buruh bersiap untuk meraih kemenangan besar dan baru-baru ini mendapatkan pendukung ekonomi yang kuat. Di tempat lain, sentimen negatif pasar akibat kekhawatiran geopolitik mengenai Cina, Rusia, Ukraina, dan AS tampaknya juga mendorong Dolar AS dan membebani harga GBP/USD.

Di tengah-tengah permainan ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dan dua tahun pulih setelah menghentikan tren naik selama tiga pekan di akhir hari Jumat lalu. Meskipun demikian, S&P500 Futures juga menggambarkan sentimen risk-off dengan penurunan ringan karena turun dari level tertinggi sejak Agustus 2022. Hal tersebut menopang penguatan Indeks Dolar AS (DXY) menjelang rilis Pesanan Pabrik AS dan IMP Jasa ISM untuk bulan Mei.

Menjelang data AS, pembacaan akhir S&P Global/CIPS Services dan IMP Komposit Inggris untuk bulan Mei juga akan menghibur para pedagang pasangan GBP/USD.

Analisis Teknikal 

GBP/USD turun di bawah support DMA-50 sekaligus melanjutkan perubahan arah hari sebelumnya dari area resistensi horisontal yang terdiri dari beberapa level yang terlihat sejak pertengahan April.

 

Analisis Harga Perak: Penjual XAG/USD Menunjukkan Kekuatan dalam Segitiga Dua Pekan, $23,50 adalah Kuncinya

Harga perak (XAG/USD) tetap tertekan di sekitar level terendah perdagangan harian di $23,50 menjelang sesi Eropa hari Senin. Dengan demikian, logam mu
อ่านเพิ่มเติม Next