Dolar AS Berada di Ujung Tanduk karena Fokus Bergeser ke Laporan Lapangan Pekerjaan Bulan Mei

  • Dolar AS berusaha keras untuk melakukan pemulihan setelah aksi jual pada hari Kamis.
  • Indeks Dolar AS tetap berada di bawah 104,00 dan terlihat akan menghentikan kenaikan tiga minggu beruntun.
  • Data pekerjaan AS bulan Mei dapat mempengaruhi valuasi Dolar AS menjelang akhir pekan.

Dolar AS (USD) mengalami kesulitan untuk tetap bertahan terhadap rival-rivalnya di hari perdagangan terakhir pekan ini. Indeks Dolar AS, yang melacak valuasi USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tetap berada di wilayah negatif di bawah 104,00 setelah kehilangan lebih dari 0,5% pada hari Kamis.

Laporan lapangan pekerjaan bulan Mei dari Amerika Serikat (AS) akan diawasi secara ketat oleh para pelaku pasar karena potensi dampaknya terhadap penentuan harga pasar untuk keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) berikutnya.

Ringkasan Penggerak Pasar Harian: Dolar AS Terus Kehilangan Nilainya terhadap Mata Uang Lainnya

  • Nonfarm Payrolls (NFP) di AS diprakirakan akan naik 190.000 di bulan Mei. Tingkat pengangguran diprakirakan naik sedikit menjadi 3,5% dari 3,4%.
  • Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS terus berkontraksi dengan laju yang semakin cepat di bulan Mei dengan IMP Manufaktur ISM turun ke 46,9 dari 47,1 di bulan April. Angka ini lebih buruk dari ekspektasi pasar sebesar 47. Lebih penting lagi, komponen inflasi dari survei IMP, Indeks Harga yang Dibayar, turun tajam ke 44,2 dari 53,2, dibandingkan dengan estimasi analis sebesar 52.
  • Data yang diterbitkan oleh Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan pada hari Kamis bahwa lapangan kerja sektor swasta di AS naik 278.000 di bulan Mei. Angka ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 170.000 dengan selisih yang cukup besar. Perincian yang mendasari publikasi tersebut mengungkapkan bahwa inflasi upah tahunan untuk 'pegawai yang tetap bekerja' turun ke 6,5% dari 6,7% di bulan April.
  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS merevisi perubahan Biaya Tenaga Kerja Unit untuk kuartal pertama lebih rendah menjadi 4,2% dari 6,3% pada estimasi sebelumnya.
  • Data lain dari AS mengungkapkan bahwa terdapat 232.000 klaim awal untuk tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir tanggal 27 Mei, dibandingkan dengan 230.000 pada pekan sebelumnya.
  • Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker mencatat pada hari Rabu dan Kamis bahwa ia cenderugn ke arah jeda kenaikan suku bunga pada bulan Juni tetapi mencatat bahwa data yang masuk dapat berubah pikiran.
  • Gubernur Federal Reserve Philip Jefferson mengatakan bahwa penundaan kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC berikutnya akan memberikan waktu untuk menganalisa lebih banyak data sebelum mengambil keputusan terkait tingkat pengetatan tambahan.
  • Menurut CME Group FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bp) pada pertemuan mendatang turun di bawah 30% dari hampir 70% di awal minggu.
  • Dewan Perwakilan Rakyat meloloskan rancangan undang-undang untuk menangguhkan batas utang hingga 1 Januari 2025. Indeks saham berjangka AS diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada hari Kamis.
  • Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Rabu bahwa jumlah lowongan pekerjaan pada hari kerja terakhir di bulan April mencapai 10,1 juta, dibandingkan dengan 9,74 juta di bulan Maret. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 9,37 juta dan memberikan dorongan jangka pendek bagi USD.
  • Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Presiden Bank Federal Reserve (The Fed) Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa ia tidak melihat alasan yang kuat untuk menghentikan kenaikan suku bunga di tengah-tengah tekanan inflasi yang "sangat kuat dan membandel."
  • Sentimen konsumen di AS sedikit melemah di bulan Mei dengan Indeks Kepercayaan Konsumen dari Conference Board (CB) turun tipis ke 102,3 dari 103,7 di bulan April (direvisi dari 101,3). Indeks Situasi Saat Ini turun ke 148,6 dari 151,8 dan Indeks Ekspektasi Konsumen hampir tidak berubah di 71,5. Akhirnya, ekspektasi inflasi konsumen satu tahun turun ke 6,1% di bulan Mei dari 6,2% di bulan April.

Analisis Teknikal: Indeks Dolar AS tetap Berada di Bawah Level Teknikal Kunci

Indeks Dolar AS (DXY) menembus di bawah 104,00 pada hari Kamis, di mana Fibonacci retracement 23,6% dari tren turun November-Februari berada. Pada sisi negatifnya, 103,00 (SMA 100 hari) terbentang sebagai support penting. Penutupan mingguan di bawah level tersebut dapat membawa penjual lainnya dan membuka peluang untuk penurunan yang berlanjut menuju 102,40 (SMA 50-hari) dan 102,00 (level psikologis). di mana Simple Moving Average (SMA) 100-hari dan SMA 20-hari bertemu.

Di sisi lain, DXY dapat mengumpulkan momentum bullish dan naik menuju 104,50 (level statis) dan 105,00 (level psikologis) jika berhasil naik di atas 104,00 dan menggunakan level tersebut sebagai support.

Bagaimana Dampak Kebijakan The Fed terhadap Dolar AS?

Bank Sentral AS (Federal Reserve) memiliki dua mandat: menciptakan lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. The Fed menggunakan suku bunga sebagai alat utama untuk mencapai tujuan-tujuannya, namun harus menemukan keseimbangan yang tepat. Jika The Fed mengkhawatirkan inflasi, maka mereka akan mengetatkan kebijakannya dengan menaikkan suku bunga untuk meningkatkan biaya pinjaman dan mendorong tabungan. Dalam skenario ini, Dolar AS (USD) kemungkinan akan menguat karena jumlah uang beredar berkurang. Di sisi lain, The Fed dapat memutuskan untuk melonggarkan kebijakannya melalui penurunan suku bunga jika mereka khawatir akan meningkatnya tingkat pengangguran akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Suku bunga yang lebih rendah kemungkinan akan menyebabkan pertumbuhan investasi dan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk merekrut lebih banyak orang. Dalam hal ini, USD diprakirakan akan kehilangan nilainya.

The Fed juga menggunakan pengetatan kuantitatif (QT) atau pelonggaran kuantitatif (QE) untuk menyesuaikan ukuran neraca keuangannya dan mengarahkan ekonomi ke arah yang diinginkan. QE mengacu pada pembelian aset oleh The Fed, seperti obligasi pemerintah, di pasar terbuka untuk memacu pertumbuhan dan QT adalah kebalikannya. QE secara luas dilihat sebagai tindakan kebijakan bank sentral yang negatif terhadap USD dan sebaliknya.

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Bertahan Stabil di Dekat $1.980, di Atas Puncak Satu Minggu Jelang NFP AS

Harga emas melanjutkan pemulihan bagus minggu ini dari area $1.932, atau level terendah sejak 17 Maret dan mendapatkan traksi lebih lanjut untuk hari
Baca lagi Previous

Analisis Harga EUR/JPY: Kenaikan Lebih Lanjut Tersedia dalam Waktu Dekat

EUR/JPY melanjutkan pemulihan setelah kenaikan hari Kamis dan diperdagangkan lebih dekat ke tolok ukur utama 150,00 pada hari Jumat. Pemulihan lebih
Baca lagi Next