GBP/USD Serahkan Kenaikan karena Indeks USD Lanjutkan Pemulihan Jelang Inflasi AS
- GBP/USD kembali turun di bawah 1,2420 di tengah pemulihan yang cukup baik dalam Indeks USD.
- Indeks USD telah didukung oleh ketegangan Tiongkok-Taiwan dan meningkatnya harapan akan kenaikan suku bunga The Fed.
- Indeks berjangka S&P500 telah berubah menjadi negatif karena para investor cemas akan musim laporan keuangan kuartalan.
Pasangan GBP/USD telah menyerahkan seluruh kenaikan yang dihasilkan di awal sesi Asia. Cable telah turun kembali di bawah 1,2420 karena indeks Dolar AS (DXY) telah memperpanjang pemulihannya mendekati 102,15. Indeks USD telah didukung oleh ketegangan Tiongkok-Taiwan dan meningkatnya harapan akan kenaikan suku bunga sekali lagi dari Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, Kontrak berjangka S&P500 telah berubah negatif setelah menyerahkan seluruh kenaikannya karena para investor yakin akan resesi ekonomi Amerika Serikat. Selain itu, para investor juga cemas dengan musim laporan keuangan kuartalan awal Tahun Siklus 2023. Sentimen pasar yang negatif telah memangkas minat terhadap aset yang dianggap berisiko. Imbal hasil yang ditawarkan untuk obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun telah turun di bawah 3,38%.
Ketegangan Tiongkok-Taiwan yang semakin dalam setelah Taiwan menerima dukungan dari pemerintah AS telah memicu sentimen risk-off. Kementerian Taiwan telah melaporkan 58 pesawat Tiongkok mengepung Pulau Taiwan.
Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang lesu pada hari Jumat dan tingkat pengangguran yang ketat telah mendukung kenaikan suku bunga The Fed. Selain itu, kenaikan bulanan dalam Penghasilan Rata-Rata Per Jam telah mengkonfirmasi bahwa rumah tangga akan tetap memiliki dana yang lebih tinggi untuk dibelanjakan, yang mungkin akan membuat inflasi tetap tinggi.
Untuk panduan lebih lanjut, data Inflasi AS akan diawasi dengan cermat, yang dijadwalkan pada hari Jumat. Menurut prakiraan , Indeks Harga Konsumen (IHK) utama akan melambat ke 5,2% dari rilis sebelumnya sebesar 6,0%. Sementara IHK inti akan meningkat lebih lanjut menjadi 5,6% dari rilis sebelumnya 5,5%.
Dari sisi Poundsterling, pasar Inggris akan tetap tutup karena hari Senin Paskah. Pekan ini, data Like for Like Sales oleh British Retail Consortium (BRC) akan tetap menjadi fokus. Inflasi makanan sedang meningkat, yang dapat berdampak besar pada kantong rumah tangga Inggris di masa mendatang. Selain itu, kekurangan tenaga kerja dan lonjakan harga minyak dapat mendorong inflasi Inggris lebih jauh.