S&P 500 Futures Didukung Optimisme yang Diilhami Tiongkok, Imbal Hasil Khawatirkan Kenaikan Suku Bunga

  • Sentimen pasar tetap suram meskipun data aktivitas RRT yang kuat, dan data statistik AS yang beragam.
  • Kecemasan menjelang acara-acara penting The Fed yang dijadwalkan selama bulan Maret, pertaruhan the Fed yang hawkish bergabung dengan kekhawatiran geopolitik akan membebani selera risiko.
  • S&P 500 Futures tetap tertekan; imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak lebih tinggi menuju puncak beberapa hari.
  • Indeks S&P Global dan IMP Manufaktur ISM AS untuk bulan Februari menghiasi kalender.

Pasar berjuang untuk menyambut data Tiongkok yang optimis pada hari Rabu pagi karena kekhawatiran akan inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi bergabung dengan kekhawatiran geopolitik mengenai Beijing dan Rusia membebani profil risiko.

Sementara menggambarkan sentimen, S&P 500 Futures melacak penurunan ringan Wall Street di sekitar 3.960. Lebih lanjut, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik dua basis poin (bp) menjadi 3,93% sementara obligasi bertenor dua tahun naik empat bp menjadi 4,84% pada saat berita ini diturunkan. Dengan ini, kedua imbal hasil obligasi utama tersebut bergerak menuju level tertinggi tiga bulan yang tercatat di bulan Februari setelah mencetak kenaikan bulanan terbesar sejak September 2022.

Baru-baru ini, IMP Manufaktur Caixin Tiongkok naik menjadi 51,6 dibandingkan 50,2 yang diharapkan dan 49,2 untuk bulan Februari. Dengan demikian, pengukur aktivitas manufaktur swasta ini mengikuti angka resmi. Sebelumnya pada hari itu, IMP Manufaktur NBS Tiongkok melonjak ke 52,6 dibandingkan dengan 50,5 prakiraan pasar dan 50,1 sebelumnya. Lebih penting lagi, IMP Non-Manufaktur naik ke 56,3 dibandingkan ekspektasi analis 49,7 dan 54,4 sebelumnya.

Meskipun begitu, Menteri Keuangan RRT Liu He mengatakan setelah rilis data tersebut bahwa fondasi pemulihan ekonomi RRT masih belum stabil.

Katalis risiko negatif yang terkait dengan Tiongkok adalah kekhawatiran bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap lembaga-lembaga pemerintah, seperti yang disinyalir oleh Bloomberg, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ketegangan antara AS dan Tiongkok.

Di tempat lain, ketegangan geopolitik yang berkelanjutan antara Ukraina dan Rusia, serta kekhawatiran akan lebih banyak masalah rantai pasokan yang berasal dari Inggris dan RRT, tampaknya mendorong ketakutan akan inflasi yang lebih tinggi dan lebih banyak kenaikan suku bunga. Akibatnya, Reuters menyebutkan bahwa bank sentral AS diprakirakan akan memberikan dua kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin di bulan Maret dan Mei sembari menambahkan, "Pasar keuangan bertaruh pada kenaikan lagi di bulan Juni."

Perlu diperhatikan bahwa data AS baru-baru ini terlihat suram namun gagal untuk menggerakkan jarum dari taruhan hawkish Fed. Pada hari Selasa, Kepercayaan Konsumen dari Conference Board (CB) AS turun untuk bulan kedua berturut-turut menjadi 102,9 versus 106,0 sebelumnya (direvisi) sementara Indeks Harga Perumahan AS turun 0,1% di bulan Desember versus -0,6% prakiraan pasar dan -0,1% sebelumnya. Pada baris yang sama, Indeks Harga Rumah S&P/Case-Shiller tumbuh 4,6% YoY selama bulan tersebut dibandingkan dengan ekspektasi pasar 6,1% dan 6,8% sebelumnya. Lebih lanjut, Indeks Manajer Pembelian Chicago untuk bulan Februari turun menjadi 43,6 dari 44,3 pembacaan sebelumnya dan konsensus pasar 45,0 sedangkan Indeks Manufaktur Fed Richmond untuk bulan tersebut turun di bawah 11,0 sebelumnya dan -5,0 yang diprakirakan -16.

Ke depan, data aktivitas AS untuk bulan Februari dapat menghibur pasar menjelang laporan pekerjaan bulanan pekan depan. Namun, perhatian utama akan tertuju pada kesaksian Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dan pertemuan kebijakan moneter Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk mendapatkan arahan yang jelas.

Baca juga: Forex Hari Ini: Kekhawatiran Tetap Sama, USD Memanfaatkannya Sebaik Mungkin

Analisis Harga AUD/JPY: Pemulihan setelah IMP Tiongkok Dekati Support yang Berubah Menjadi Resistance 92,00

AUD/JPY mengambil tawaran untuk memperbarui level tertinggi dalam perdagangan harian di sekitar 91,80, membalikkan penurunan awal ke level terendah du
Leer más Previous

Analisis Harga EUR/USD: Penjual Pertahankan Kendali Bahkan Saat Pemantulan Korektif untuk Rebut Kembali 1,0600

EUR/USD mengambil tawaran beli untuk memperbarui level tertinggi harian di sekitar 1,0580-85 karena mencetak kenaikan ringan untuk mengkonsolidasi pen
Leer más Next