Rencana Perdamaian Tiongkok di Ukraina Mendapat Tanggapan Beragam
Tiongkok meluncurkan sebuah proposal berisi 12 poin dan menyerukan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, setelah menyaksikan kritik global terhadap hubungannya dengan Moskow.
"Kertas posisi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri di Beijing pada hari Jumat menyerukan untuk mengakhiri permusuhan, melindungi pembangkit nuklir, melanjutkan perundingan damai, dan menghapus sanksi sepihak — ketentuan yang secara konsisten ditolak oleh AS," tulis Bloomberg.
Di sisi lain, Charge D'affaires Ukraina memuji upaya-upaya negara Naga tersebut seraya berkata, "Publikasi makalah posisi ini oleh Tiongkok adalah pertanda baik dan sebuah tanda bahwa Tiongkok ingin terlibat dalam upaya global untuk menghentikan perang di Ukraina."
Komentar Kunci
Kami memiliki rencana perdamaian dan kami berharap Tiongkok mendukung hal ini.
Ukraina ingin melihat Tiongkok berada di pihaknya, saat ini Tiongkok tidak mendukung upaya-upaya Ukraina.
Kami berharap Tiongkok lebih aktif dalam mendukung Ukraina.
Kami berharap Tiongkok mendesak Rusia untuk menghentikan perang dan menarik pasukannya.
Kami ingin melihat Tiongkok lebih aktif dan berbuat lebih banyak untuk mengakhiri perang.
Selain itu, Kepala Delegasi Uni Eropa di Tiongkok tampaknya tidak senang dengan perkembangan ini sambil menyebutkan, "Kertas posisi Tiongkok mengenai Ukraina bukanlah sebuah proposal perdamaian."
Diplomat Uni Eropa juga menyatakan bahwa RRT harus memenuhi tanggung jawabnya untuk mempertahankan piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam menghadapi agresi Rusia.
Reaksi Pasar
Pasar tetap gelisah karena berita utama geopolitik yang beragam bergabung dengan sentimen yang berhati-hati menjelang data Indeks Harga Belanja Konsumsi Perorangan (PCE) AS untuk bulan Januari.
Baca juga: S&P 500 Futures Kesulitan Ikuti Kenaikan Indeks Wall Street saat Imbal Hasil Tidak Stabil, dan Inflasi PCE AS