WTI Pulih Melewati $77,00 karena Kekhawatiran terkait Tiongkok Mereda

  • WTI melanjutkan pemantulan korektif hari sebelumnya dari level terendah tahunan.
  • Julah penularan harian yang suram, langkah-langkah dukungan untuk perusahaan real-estate mendukung pasar di Tiongkok dan luar negeri.
  • Rumor mengenai pemangkasan produksi OPEC+, perjuangan Uni Eropa atas batas harga minyak Rusia membuat para pembeli minyak tetap optimis.
  • Katalis-katalis risiko, data inventaris industri mingguan dapat mengarahkan pergerakan dalam jangka pendek.

Minyak mentah WTI mengambil tawaran berli untuk menyentuh kembali tertinggi dalam perdagangan harian di dekat $77,25 sambil melanjutkan pemulihan akhir Senin dari level terendah tahunan selama sesi Asia hari Selasa.

Pemulihan terbaru komoditas ini dapat dikaitkan dengan optimisme pasar yang berhati-hati serta spekulasi bahwa OPEC+ akan mengincar pemangkasan produksi selama pertemuan berikutnya. Yang juga membuat para pembeli energi tetap optimis adalah perjuangan Uni Eropa untuk mengumumkan batas harga pada ekspor minyak mentah Rusia.

Penurunan jumlah harian penularan Covid di Tiongkok dari level tertinggi sepanjang masa di 40.347 menjadi 38.645 tampaknya telah memicu optimisme hati-hati terbaru pasar. Pada baris yang sama bisa jadi adalah kinerja ekuitas Tiongkok yang optimis karena regulator sekuritas nasional itu mencabut larangan pembiayaan kembali ekuitas untuk perusahaan properti yang terdaftar, menurut Reuters. "Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok (China Securities Regulatory Commission/CSRC) mengatakan pada hari Senin malam bahwa pihaknya akan memperluas saluran pembiayaan ekuitas, termasuk penempatan saham pribadi untuk para pengembang Tiongkok dan Tiongkok yang terdaftar di Hong Kong, mencabut larangan yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun," demikian disebutkan dalam berita tersebut.

Di tempat lain, Reuters mengutip seorang diplomat anonim dari blok tersebut yang menyoroti kebuntuan seputar dorongan Uni Eropa (UE) untuk membatasi harga minyak Rusia. “Pemerintah Uni Eropa pada hari Senin gagal menyepakati batas harga minyak mentah lintas laut Rusia, karena Polandia bersikeras bahwa batas tersebut harus ditetapkan lebih rendah dari yang diusulkan oleh G7 untuk memotong kemampuan Moskow membiayai invasi ke Ukraina, kata para diplomat,” lapor Reuters.

Di halaman yang berbeda, spekulasi bahwa dunia mungkin mengincar lebih banyak pengurangan produksi juga tampaknya mendukung para pembeli minyak akhir-akhir ini. “Rumor terkait kemungkinan pemotongan lebih besar daripada aksi jual sebelumnya yang dibangun di atas prospek yang lemah dari Tiongkok, di mana ratusan demonstran dan polisi bentrok pada hari Minggu karena pembatasan ketat COVID yang membatasi waktu bebas di antara jutaan penduduk,” menuru Reuters.

Dengan latar belakang ini, saham berjangka AS dan ekuitas di kawasan Asia-Pasifik mencetak kenaikan rintipis an meskipun kinerja Wall Street suram, yang pada gilirannya mendukung aset berisiko seperti minyak mentah WTI.

Selanjutnya, perkembangan seputar katalis risiko yang disebutkan di atas akan sangat penting untuk diperhatikan oleh para pedagang WTI. Yang juga penting adalah Stok Minyak Mentah Mingguan API untuk periode yang berakhir pada 25 November, sebelumnya -4,8 Juta.

Analisis Teknis

Meskipun adanya pemulihan terbaru, yang dipicu terutama karena kondisi RSI oversold, minyak mentah WTI tetap berada dalam pantauan para penjual kecuali melewati garis resistance berusia tiga minggu, di sekitar $80,25.

 

Analisis Harga AUD/USD: Pembeli dan Penjual dalam Pertempuran di Bawah Support Garis Tren

AUD/USD dalam tawaran jual karena rekor jumlah kasus COVID di Tiongkok dan warga yang memprotes aturan nol-COVID negara tersebut telah meningkatkan al
Đọc thêm Previous

Analisis Harga Perak: XAG/USD Memantul dari EMA 21-Hari sehingga Mendapatkan Kembali $21,00

Harga perak (XAG/USD) memperbarui level tertinggi dalam perdagangan harian di sekitar $21,15 karena para pembeli mendukung pemantulan terbaru dari Exp
Đọc thêm Next