USD/IDR Berkonsolidasi di 15.192 Pasca Rilis Data M2 dari BI, Cermati IMP Pendahuluan S&P Global

  • USD/IDR berkonsolidasi setelah pelemahan kuat pekan lalu di dekat 15.190-an.
  • Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah uang beredar M2 pada bulan Agustus turun ke 7,3% (yoy).
  • S&P Global akan merilis IMP pendahuluan Amerika Serikat malam ini sebelum pidato The Fed Goolsbee.

Rupiah Indonesia (IDR) tampak sedang mengonsolidasikan penguatannya pagi ini setelah mengalami penguatan yang tak henti-hentinya melawan Dolar AS (USD). Pasangan mata uang USD/IDR kini tengah diperdagangkan di sekitar 15.192 setelah Bank Indonesia merilis data jumlah uang beredar M2. Pelemahan pasangan mata uang ini masih terseret oleh Dolar AS yang tertekan akibat pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin oleh The Fed pekan lalu. 

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada bulan Agustus di tingkat 7,3% (yoy) atau sebesar Rp8.973,7 triliun, lebih rendah dari tingkat pada bulan sebelumnya sebesar 7,6% (yoy). Jumlah uang beredar dalam arti sempit (M1) berada di tingkat 7,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,6% (yoy). Pelemahan M2 dipengaruhi oleh penyaluran kredit yang melemah ke tingkat 10,9% (yoy) dari tingkat sebelumnya di 11,7% (yoy). Mata uang Republik Indonesia, Rupiah, terlihat sedikit melemah ke 15.192 pada saat berita ini ditulis, dari harga pembukaannya yang tercatat di 15.158.

Indeks Dolar AS (DXY) menghentikan penurunannya yang saat ini tengah bergerak di 100,78, karena pelemahannya masih tertahan di level support kuat 100,50, yang telah diuji sebanyak tiga kali sejak Agustus lalu. Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunganya ke 5% dari 5,5% telah menyeret DXY merosot hingga ke terendah 100,21 pada Rabu pekan lalu, namun Indeks ini berhasil kembali bertahan di atas support kuat yang disebutkan.

Malam ini, Amerika Serikat akan merilis Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur dan Jasa Pendahuluan dari S&P Global untuk bulan September. IMP Manufaktur sebelumnya tercatat di 47,9, IMP Jasa di 55,7 dan IMP Gabungan di 54,6. Selain itu, pidato Presiden The Fed Chicago, Austan D. Goolsbee akan dicermati oleh para pedagang.

Indikator Ekonomi

IMP Manufaktur S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur S&P Global, yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor manufaktur AS. Data tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif senior di perusahaan swasta dari sektor manufaktur. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya dan dapat mengantisipasi perubahan tren dalam rangkaian data resmi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, lapangan kerja, dan inflasi. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi manufaktur secara umum berkembang, yang merupakan tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Sementara itu, angka di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas di sektor manufaktur secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sen Sep 23, 2024 13:45 GMT (20:45 WIB) (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 47,9

Sumber: S&P Global


 

Jumlah Uang Beredar M2 (YoY) Indonesia di Bulan Agustus 2024 Melemah ke 7,3% di Rp8.973,7 Triliun

Jumlah Uang Beredar M2 di Indonesia untuk bulan Agustus 2024 tumbuh sebesar 7,3% (yoy) atau Rp8.973,7 triliun, lebih rendah dari tingkat sebelumnya yang tercatat di 7,6% (yoy).
了解更多 Previous

Yen Jepang Melemah karena BoJ Tampaknya Tidak Terburu-buru Menaikkan Suku Bunga

Yen Jepang (JPY) melanjutkan penurunannya selama tiga sesi berturut-turut dalam perdagangan hari libur di hari Senin. Pergerakan turun ini mungkin dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran bahwa Bank of Japan (BoJ) tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.
了解更多 Next